Contoh Cerpen Remaja

Cerpen remaja – Cerpen dapat memotivasi seseorang untuk tetap bergerak dan menjadi lebih baik, berpikir kedepan dan mengambil pelajaran dari cerpen terkait. Cerpen atau cerita pendek biasanya identik dengan remaja, tapi pelajaran dari sebuah cerpen sebenarnya berlaku untuk semua kalangan, dan bukan remaja saja.

Pada kesempatan kali ini kita akan berbagi artikel contoh cerpen remaja. Diharapkan cerpen dibawah ini dapat memberikan bahan pembelajaran dan motivasi kepada kita semua.

Heru adalah sosok remaja berusia 17 tahun dari keluarga yang sangat miskin. Kehidupan Heru jauh dari kata layak, bahkan untuk mendapatkan sesuap nasi saja Heru sering kali tidak mengisi perutnya dengan nasi selama satu hari.

Menyadari kehidupannya yang begitu berat, Heru tetap berusaha tegar. Heru tidak pernah mengeluh, apalagi menyesali kondisinya yang sangat memprihatinkan itu. Heru tetap berusaha berpikir positif, menaburi dirinya dengan hal-hal positif dan terus bergerak kedepan untuk mencari sesuatu yang bisa menjadikan hidupnya lebih baik.

Berbeda dengan kebanyakan remaja dikampungya, hari-hari Heru diisi dengan kegiatan-kegiatan untuk membantu orangtuanya. Heru tidak bisa masuk sekolah karena faktor biaya. Bagaimana mau masuk sekolah, sementara untuk makan saja Heru sering tidak mendapatkannya, dan harus menahan lapar selama satu hari penuh.

Dibalik kesulitannya, Heru tetap membangun motivasi untuk dirinya. Heru tidak pernah berhenti berpikir, bagaimana caranya supaya suatu saat dia bisa keluar dari keadaan yang menderanya tersebut. Heru menyimpan niat untuk bisa membantu keluarganya suatu hari nanti dan membebaskan mereka dari penderitaan yang mereka alami.

Waktu memang tidak berjalan dengan mudah. Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun hingga usia Heru genap 19 tahun belum ada perubahan sama sekali. Kehidupan Heru dan keluarganya terus terpuruk tanpa ada perbedaan sedikitpun. Tapi, Heru tetap berpikir positif, dan tetap berusaha untuk menemukan kesempatan menggapai kehidupan yang lebih baik lagi.

Pada suatu hari Heri bertemu dengan seorang remaja seumuran dengan dia. Heru pun berkenalan dengan remaja tersebut. Nama remaja tersebut adalah Doni. Usai ngobrol selama 30 menit, Doni akhirnya mengajak Heru untuk main kerumahnya. Heru sebenarnya berusaha untuk menolak, namun karena Doni terlihat memaksa, maka Heru pun akhirnya ngikut saja. Jarak rumah Heru dengan rumah Doni sekitar 10 KM. Doni pun akhirnya membonceng Heru dengan motornya.

Setibanya dirumah Doni, Heru merasa seperti ada yang mengikat dirinya. Heru terdiam dan tidak bicara sepatah kata pun. Kemewahan yang dimiliki Doni membuat Heru merasa takut untuk menginjakkan kaki dirumah Doni.

Doni : Eh,, Her.. ayo masuk! Ngapain bengong aja?!
Heru : Nggak usah deh, diluar aja ya..
Doni : Diluar? Ini kan rumah aku.. Udah deh, jangan ngaco kamu, yuk masuk.

Heru akhirnya mengangkat kakinya dan berjalan menuju pintu secara perlahan. Heru kemudian duduk di kursi ruang tamu, sementara Doni masuk kekamarnya untuk ganti baju dan menyuruh pembantunya membuatkan minuman untuk Heru.

Setelah 5 menit kemudian, Ayah Doni datang. Ayah Doni adalah seorang pengusaha kenamaan dan menggeluti berbagai macam bidang bisnis.

Setelah selesai mandi, ayah Doni akhirnya masuk keruang tamu utuk mencari tahu siapa tamu yang sedang bersama anaknya tersebut. Mereka bertiga terlihat asyik mengobrol hingga beberapa menit lamanya.

Pertemuan Heru dengan Doni dan ayahnya ternyata membawa berkah bagi Heru. Remaja miskin yang sering kali membiarkan perutnya kosong selama satu hari penuh ini ditawari pekerjaan oleh ayah Doni.

Mendapatkan pekerjaan adalah cara untuk merubah hidup saya, bisik Heru dalam hatinya. Tapi, bagaimana saya langsung bisa bekerja sementara saya sekolah saja tidak pernah. Heru pun mengungkapkan unek-unek dihatinya kepada Doni dan ayahnya.

Menanggapi pengakuan Heru, ayah Doni tersenyum kemudian menjawab, kamu tetap bisa kerja, dan kamu akan bersekolah dengan menggunakan uang dari hasil kamu kerja nanti. Heru tetap merasa serba salah, namun akhirnya pemuda ini tidak kuasa untuk menolak kesempatan yang diberikan oleh ayah Doni.

Heru pun menerima penawaran yang diberikan oleh ayah Doni untuk bekerja disalah satu perusahaan miliki ayah Doni tersebut. Diperusahaan ayah Doni, Heru akan ditugaskan sebagai staff pembantu.

Selain diberikan kesempatan untuk bekerja diperusahaan ayah Doni, Heru juga direkomendasikan oleh ayah Doni untuk masuk sekolah agar nantinya bisa masuk perguruan tinggi. Uang gaji Heru dipotong 30 % untuk dimasukkan dalam tabungan, dan akan digunakan sebagai biaya pendidikan Heru.

Related posts: