Menjalankan Puasa Dengan Bahagia

Manfaat Menjalankan Puasa
Sebelum masuk ke topik pembahasan kita mengenai “3M Menjalankan Ibadah Puasa dengan Bahagia” mari kita melihat sedikit sejarah dari ibadah puasa itu sendiri. Sebenarnya budaya memperbanyak ibadah khusus di bulan ramadhan sudah ada sejak sebelum Islam ada, dan budaya tersebut sudah dilestarikan oleh orang-orang Arab pada masa itu. Muhammad sendiri mendapatkan wahyu pada pada tanggal 17 Ramadhan yang dikenal kemudian sebagai Malam Nuzul al-Qur'an, atau malam turunnya wahyu al-Qur'an, jadi pada bulan ramadhan sebagian orang-orang di Arab menjalankan tradisi memperbanyak ibadah khususnya dibulan ramadhan sesuai dengan keyakinan mereka masing-masing. Jika ada pertanyaan mengapa ibadah puasa menjadi ibadah yang lebih menonjol di bulan ramadhan? karna perintah untuk menjalankan puasa di bulan ramadhan itu tertuang di dalam al-Qur'an, Allah Swt berfirman dalam QS Al-Baqarah 2:185 “Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada pada bulan itu, maka berpuasalah” tetapi bukan berarti ibadah lain menjadi tidak penting, semua ibadah yang diajarkan adalah penting adanya.

Ibadah puasa merupakan salah satu kegiatan rukun islam yang harus dilakukan bagi umat muslim yang sudah akil balig, berakal, dan sehat jasmani. Bagi yang belum akil balig maka puasa statusnya adalah tidak wajib sedangkan bagi yang sudah akil balig maka puasa statusnya berubah menjadi wajib. Namun bagi wanita yang sedang haid, puasa ramadhan ini boleh tidak dilaksanakan asalkan harus membayar hutang, bukan hutang uang tetapi hutang harus membayar puasa dikemudian hari setelah haid itu selesai. Menjalankan ibadah puasa bagi sebagian orang mungkin terasa berat tetapi jika menjalankan ibadah puasa dengan hati yang ikhlas, maka 3M menjalankan ibadah puasa dapat dijalankan dengan bahagia. SubhanAllah…

Apa itu “3M menjalankan ibadah puasa dengan bahagia”? Cara yang pertama adalah dengan selalu bersyukur dan selalu ingat akan kasih Allah, saat lapar ingat kasih Allah, saat marah ingat kasih Allah bahwa Allah juga adalah pengampun, saat putus asa ingat kasih Allah bahwa Allah akan membukakan tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat-Nya. Segala kesusahan yang di alami saat menjalankan ibadah puasa maka hendaklah kita selalu ingat akan kebaikan dan kasih Allah.

Cara yang kedua adalah dengan menyebut nama Allah, kalau yang pertama dengan mengingat maka yang kedua adalah menyebut nama Allah, artinya adalah saat kita lapar maka alangkah indanya kita dapat memperkatakan kata-kata yang baik misalnya “Allah akan memberi kekuatan untuk menahan, segala godaan yang ada, dengan mengucapkannya maka itu akan mempengaruhi psikologis kita, dan yang ketiga adalah dengan berbagi, yang pertama dengan mengingat, yang kedua dengan memperkatakan maka yang ketiga adalah dengan mempraktekkannya mempraktekkan apa? Jelas mempraktekkan kasih Allah kepada kia umat-Nya, maka dari itu yang marilah kita berbagi, berbagi ituadalah kegiatan yang mudah, tetapi berbagi disaat kitapun sendiri susah, berbagi disaat kita sendiripun membutuhkan SubhanAllah itu bukan perkara yang mudah. Saat kita memberi, saat kita membagi sedekah kepada orang-orang yang membuthkan hal yang pertama kali kita terima adalah kebahagiaan. Bergembira dan bersukacita ketika kita melihat orang lain bahagia.

Artikel ditulis oleh: Yan

Related posts: