4 Kesalahan Yang Harus Dihindari Dalam Proses Optimasi Blog

4 Kesalahan Yang Harus Dihindari Dalam Proses Optimasi Blog
Proses optimasi blog membutuhkan waktu yang cukup panjang. Hal ini memungkinkan kita untuk melakukan sejumlah kesalahan selama proses optimasi tersebut dilakukan. Selama proses optimasi berlangsung terkadang kita kurang memperhatikan beberapa hal penting yang akhirnya justru akan merugikan kita dikemudian hari.

Agar blog yang kita kelola berhasil mendatangkan banyak visitor banyak hal yang harus kita perhatikan. Hal-hal yang menurut kita remeh pun tanpa kita sadari ia bisa membuat blog menjadi sepi tanpa pengunjung sehingga kita benar-benar harus seksama dan selalu berusaha untuk memastikan apakah suatu tindakan yang kita lakukan baik atau tidak untuk blog kita sebelum kita melakukan kegiatan tersebut.

Apakah optimasi blog Anda sudah berjalan dengan cukup baik? Berikut ini adalah 4 kesalahan dalam blogging yang harus dihindari agar proses pengembangan blog bisa menuai hasil yang maksimal

1. Posting artikel tidak berkuaklitas
Dalam menulis artikel ada standarisasinya. Selain tidak asal tulis, artikel tersebut harus berkualitas dan memenuhi standar artikel SEO friendly. Sebaiknya Anda mengurangi nilai produktifitas Anda dalam memposting artikel, jika terlalu produktif membuat Anda tidak bisa menghasilkan artikel yang bermutu.

2. Menempatkan kata kunci terlalu banyak
Keyword density dalam penulisan artikel ada batasannya. Agar artikel tidak terkesan sebagai artikel spam, maka hindari menggunakan keyword secara berulang hingga melebihi batas kewajaran penempatan suatu keyword. Agar jumlah kata kunci pada sebuah artikel tidak terlalu padat, frasa kata kunci tersebut.

3. Menghapus posting
Menghapus artikel yang sudah terlanjur di publish sebaiknya Anda hindari, terkecuali ia memang harus dilakukan, karena penghapusan artikel yang sudah di index mesin pencari akan menyebabkan munculnya page not found/halaman tidak ditemukan. Semakin banyak page not found pada suatu blog, maka ia sangat tidak bagus berkaitan dengan reputasi blog bersangkutan di hadapan search engine.

4. Memuat materi berhak cipta
Selain memungkinkan artikel Anda dihilangkan dari index search engine (Google Search), ia juga hanya akan membuat Anda bekerja dua kali. Sebagai contoh, Anda adalah publisher Google Adsense, dimana semua konten pada blog Anda harus terbebas dari pelanggaran materi berhak cipta, maka Anda harus membersihkan blog Anda dari pemuatan materi berhak cipta. Semakin banyak artikel yang memuat materi berhak cipta, maka semakin banyak waktu yang harus Anda sisihkan untuk memperbaikinya.

Related posts: