Persyaratan Mengajukan Pinjaman Uang di Bank

Persyaratan Mengajukan Pinjaman Uang di Bank
Pinjaman dana dari bank, baik bank swasta ataupun bank BUMN dapat dimanfaatkan untuk pendanaan bisnis yang sedang Anda geluti. Proses pengajuan pinjaman uang dari bank sendiri sekarang ini relatif mudah jika dibandingkan dengan peraturan pada beberapa tahun silam yang cukup adil dan menyulitkan para calon peminjam.

Sistem perjanjian atau mekanisme peminjaman uang di bank harus sesuai prosedur sebagaimana yang telah ditetapkan oleh pihak perbankan masing-masing. Namun, secara keseluruhan prosesnya tidak jauh berbeda antara bank A dengan bank B. Yang membedakan biasanya hanya terletak pada besaran bunganya.

Artikel terkait :


Bagi Anda yang selama ini belum pernah mengajukan pinjaman uang dari bank, Anda mungkin masih kurang atau belum mengerti sama sekali bagaimana proses serta persyaratan mengajukan pinjaman uang di bank. Berikut adalah beberapa persyaratan yang harus Anda penuhi jika Anda berencana untuk mengajukan pinjaman di bank.

Dalam lingkup kredit/pinjaman uang di bank kita mengenal istilah debitur. Apa yang dimaksud debitur? Debitur adalah orang yang mengajukan pinjaman uang ke bank, dan dalam hal ini mereka tentunya memiliki profesi/pekerjaan yang berbeda-beda.

Tiap profesi atau pekerjaan bagi pihak perbankan akan dikategorikan menjadi beberapa golongan, yaitu wirausahawan, karyawan, dan profesional. Jika Anda seorang patani, maka Anda akan digolongkan ke kategori debitur wirausahawan. Apabila Anda bekerja disebuah perusahaan, maka Anda masuk dalam kategori debitur karyawan. Dan jika notabene Anda seorang dokter, maka Anda masuk dalam kelompok debitur profesional.

Persyaratan umum untuk meminjam uang di bank :

  1. Foto kopi kartu identitas (KTP, SIM, atau Paspor)
  2. Foto kopi akte nikah (untuk yang sudah menikah). Pihak bank akan meminta salinan akte nikah bagi calon debitur yang sudah menikah, dan hal ini untuk mengetahui apakah harta yang dijaminkan merupakan harta bersama suami-istri (harta gono-gini) atau tidak, sehingga baik istri atau suami debitur bisa dimintai persetujuannya dan turut bertanggung jawab terhadap harta yang dijaminkan ke bank berikut sejumlah hutangnya. Apabila calon debitur punya perjanjian Pisah Harta, yakni perjanjian notariil antara suami-isteri yang isinya berupa harta yang didapat selama perkawinan merupakan harta masing-masing pribadi, maka bank juga akan meminta salinan perjanjiannya
  3. Foto kopi kartu keluarga (KK). Sama dengan poin nomor 2 diatas. Seain itu, foto kopi KK juga dimaksudkan untuk mengetahui apakah calon debitur juga menanggung biaya hidup oang lain selain dirinya sendiri.
  4. Foto kopi rekekening koran/rekening giro atau buku tabungan di bank manapun dalam 3 (tiga) bulan terakhir. Data tersebut diperlukan bank guna melakukan analisa keuangan calon peminjam/debitur, sehingga pihak bank dapat mengukur besaran penghasilan calon debitur yang dapat disisihkan untuk membayar angsuran pinjaman per bulannya.
  5. Foto kopi slip gaji atau surat keterangan penghasilan dari perusahaan tempat bekerja calon debitur. Persyaratan ini hanya diwajibkan bagi calon debitur yang bekerja disuatu perusahaan, pemerintah ataupun swasta. Tujuannya adalah demi memastikan bahwa calon debitur memang bekerja disitu dan punya penghasilan tetap per bulannya.
Demikian, semoga bermanfaat. Perlu diketahui juga, bahwa untuk debitur badan usaha/perusahaan, berkas atau persyaratan yang dibutuhkan tidak sama dengan jenis debitur perorangan seperti yang dijelaskan diatas. Detail persyaratan untuk debitur badan usaha/perusahaan akan saya bahas pada artikel berikutnya.

Related posts:

No response yet for "Persyaratan Mengajukan Pinjaman Uang di Bank"

Post a Comment