Korban Banjir di Kudus Terus Bertambah

Korban Banjir di Kudus Terus Bertambah
Bencana banjir yang melanda kota Kudus terus merenggut korban. Akibat guyuran hujan yang terus berkelanjutan membuat tanah longsor di Desa Menawan Kecamatan Gebok. Saat ini jumlah korban bertambah menjadi delapan orang usai dilakukan pencarian oleh warga dan aparat keamanan setempat.

Bencana banjir ditahun ini tampaknya bukan hanya terjadi di Jakarta yang dalam beberapa tahun terakhir ini merupakan daerah paling rawan dilanda banjir. Tahun ini kota Kudus pun tidak bisa lepas dari banjir yang sejauh ini sudah menenggelamkan ratusan rumah warga.

Pada saat terjadi tanah longsor di Desa Menawan warga tengah berada didalam rumah. Guyuran hujan lebat yang tak henti-henti memicu terjadinya tanah longsor yang akhirnya kembali menelan korban jiwa.

Kejadian tanah longsor itu lantas menimpa beberapa rumah warga dengan kedalaman sekitar 4 meter, demikian keterangan yang diberikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Kudus, Jumadi.

Lokasi Desa yang sangat terpencil sepertinya sedikit menyulitkan distribusi bantuan. Hingga Jum'at sore masih terus dilakukan pencarian korban yang kemungkinan tertimbun oleh longsoran tanah di Desa tersebut.

Sebelum kejadian ini, sebelumnya belum pernah terjadi tanah longsor di kawasan Jawa Tengah. Ini merupakan kali pertama Jawa Tengah dilanda bencana tanah longsor akibat guyuran hujan yang sangat lebat dalam beberapa hari.

Pemda setempat tampaknya harus segera mereaksi kondisi ini agar kedepannya kejadian banjir yang menelan banyak korban ini dapat disikapi dengan langkah-langkah pencegahan sehingga dapat meminimalisir potensi terjadinya bencana banjir seperti pada tahun ini.

Dikutip dari sebuah sumber, saat ini setidaknya terdapat sekitar 300 warga Kudus yang terisolir akibat bencana banjir. Banjir menyebabkan sebagian akses jalan di kota Kudus terputus dan aktivitas warga tidak bisa berjalan secara normal.

Related posts: