Panduan Cara Budidaya Tomat Yang Benar

Panduan Cara Budidaya Tomat Yang Benar
Tomat adalah salah satu jenis tanaman horti yang sangat diminati oleh kalangan petani lokal. Budiaya tomat membuka kesempatan bagi komunitas petani untuk mendapatkan penghasilan yang cukup menggirukan jika tanaman tomat mereka dapat dibudidayakan secara maksimal.

Sisi minus dari budidaya tomat terletak pada stabilitas harga yang sering naik-turun. Bahkan, seorang petani bisa merugi total ketika harga tomat berada dibawah standar. Faktor stabilitas harga memang menjadi resiko tersendiri bagi para petani yang memutuskan untuk menekuni budidaya tomat.

Terlepas dari tidak stabilnya harga, budidaya tomat membuka kesempatan bagi para petani untuk mendapatkan penghasilan dalam volume yang cukup menggiurkan. Besaran biaya operasional untuk budidaya tomat relatif terjangkau jika dibandingkan dengan budidaya jenis tanaman horti lainnya, seperti budidaya melon. Perbedaan besaran biaya operasional inilah yang memungkinkan para petani untuk mendapatkan hasil secara maksimal apabila harga tomat berada pada angka stabil ketika masa panen tiba.

Rekomendasi: Cara budidaya Jamur

Bagi Anda yang masih belum cukup pengalaman berkaitan dengan teknik budidaya buah tomat, atau bahkan baru ingin mencoba, panduan cara budidaya tomat dibawah ini diharapkan dapat memberikan Anda referensi.

Persiapan budidaya tomat dari awal hingga panen:

  • Memilih benih/bibit tomat
  • Penyemaian benih/bibit tomat
  • Cara pengolahan tanah
  • Penanaman bibit tomat
  • Cara pemeliharaan dan perawatan
  • Cara pengendalian serangan penyakit (hama, dll)
  • Masa panen budidaya tomat

Proses pemilihan benih/bibit tomat


Pilihlah jenis tomat yang sesuai dengan karateristik lokasi penanaman. Ini sangat penting sebagai tahapan awal proses budidaya. Jika media Anda terletak didataran tinggi, pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi, dan begitu juga sebaliknya.

Seleksi buah tomat yang akan dijadikan bibit. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua dipohon. Setelah dirasa cukup tua, ambil bijinya dan bersihkan lendirnyamenggunakan air. Setelah itu, silakan rendam diair, dan pilihlah biji yang tenggelam. Lakukan seleksi sekali lagi pada biji tomat, pilihlah biji tomat yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). Setelah itu, keringkan dengan cara dijemur lalu simpan dalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih/bibit tomat

Sebelum bibit tersebut Anda tanam dilahan, bibit tomat sebaiknya disemaikan terlebih dahulu hingga memiliki daun dan batang yang cukup kuat. Penyemaian sebaiknya dilakukan diatas media yang terpisah dengan penanaman masal. 

Budidaya tomat sebaiknya menggunakan media persemaian ploybag. Hal ini untuk mengurangi resiko tanaman mengalami stress pada saat dipindahkan. Namun, persemaian polybag ini biayanya relatif mahal. Jika Anda memilih persemaian jenis bedeng, sebaiknya berhati-hati ketika mencabut dan memindahkan bibit. 

Waktu yang diperlukan untuk penyemaian hingga tanaman siap dipindahkan sekitar 35-40 hari. 

Tips untuk persemaian bedengan:

Buatlah sebuah larikan (garis) diatas media persemaian dengan jarak antar larikan -/+ 5 cm dan kedalaman larikan 1 cm. Selanjutnya taburkan benih dalam larikan, jangan sampai bertumpuk-tumpuk, idealnya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan dengan tanah lalu laukan penyiraman secukupnya. 

Cara pemindahan dapat dilakukan menggunakan dua opsi. Yang pertama dengan pencabutan, sebelum benih dicabut harap disiram dengan air untuk melunakkan media sehingga akar tidak putus pada saat ditarik. Opsi kedua, cara putar yakni mengambil tanaman dengan tanah disekitarnya.

Cara pengolahan tanah

Tips cara pengolahan tanah s/d masa panen akan saya bahas pada artikel Panduan Cara Budidaya Tomat Yang Benar II. Silakan tunggu update/lanjutan artikel ini.

Related posts:

No response yet for "Panduan Cara Budidaya Tomat Yang Benar"

Post a Comment