Contoh Kutbah Hari Jum’at (Menjadi Khatib)

Bagi ummat Islam, hari Jum’at adalah hari yang sangat penting. Pada hari ini seluruh ummat Muslimin diwajibkan untuk mengikuti sholat Jum’at berjama’ah, terkecuali bagi mereka yang sedang berhalangan.

Adapun ibadah sholat Jum’at dihari Jum’at akan disampaikan sebuah khutbah Jum’at oleh seorang khatib di mimbar masjid. Khutbah Jum’at sendiri terdiri dari dua khubah. Yaitu, khutbah pertama dan khutbah kedua.

Khutbah pertama bisanya akan dibawakan dalam bahasa Indonesia atau bahasa setempat. Sementara untuk khutbah yang kedua akan disampaikan dalam bahasa Arab. Jika khutbah kedua sudah selsesai, maka akan dilanjtukan dengan pembacaan do’a oleh khatib, kemudian qomat untuk menjalankan sholat Jum’at berjama’ah.

Artikel ini adalah untuk memberikan sebuah referensi contoh materi khutbah dihari Jum’at untuk khutbah pertama. Langsung saja, berikut ini contohnya.

إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …


Sidang Jama'ah Jum'at yang dimuliakan oleh Allah S.W.T

Marilah kita senantiasa berusaha untuk meningkatkan nilai iman kita kepada Allah. S.W.T. Dengan iman dan taqwa kita memiliki sebuah bekal untuk mengahadap Allah. S.W.T. yang mana dalam hal ini tidak ada seorang pun diantara kita yang mengtahuinya. Umur kita dapat diambil kapan saja dan kita tidak mengetahuinya. Dengan kesempatan yang diberikan oleh Allah S.W.T. Marilah kita manfaatkan dengan sebaik mungkin untuk mempersiapkan bekal terbaik demi meraih kebahagiaan di kehidupan akhirat.

Sidang Jama’ah Jum’at yang dimuliakan oleh Allah S.W.T. marilah kita senantiasa memanjatkan rasa puja dan puji syukur kehadirat Allah S.WT. karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya kita masih bisa menjalankan ibadah sholat Jum’at pada kesempatan ini.

Sholawat serta salam mari senantiasa kita panjatkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad S.A.W. yang telah memberikan tuntunan kepada segenap ummat Muslim untuk menuju jalan yang di Ridloi.

Sudang Jama’ah Jum’at yang dimuliakan oleh Allah S.W.T

Sebagai ummat Muslim kita diawajibkan untuk menjalankan kewajiban sholat wajib lima waktu. Dalam ajaran Islam, sholat merupakan tiang agama. Ketika manusia sudah membiasakan diri untuk meninggalkan sholat lima waktu karena kesibukan duniawi, maka tidak ada lagi tiang yang dapat menjaga kekuatan iman kita. Sama dengan bangunan rumah, tanpa tiang tentunya rumah tesebut akan roboh.

Sholat lima waktu adalah sebuah kewajiban yang harus dikerjakan oleh seluruh ummat Muslimin. Dengan menjalankan sholat lima waktu kita akan dapat lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Dan ketika kita meninggalkan sholat lima waktu, bukan hanya mendapat dosa, tetapi kita juga akan mendapatkan bencana yang dapat merusak kehidupan kita, baik kehidupan dunia maupun kehidupan di akhirat kelak.

Dijelaskan dalam sebuah Hadits, Ubadah Ibnush Shamit Radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:

خَمْسُ صَلَوَاتٍ كَتَبَهُنَّ اللهُ عَلَى الْعِبَادِ، فَمَنْ جَاءَ بِهِنَّ لَمْ يُضَيِّعْ مِنْهُنَّ اسْتِخْفَافًا بِحَقِّهِنَّ، كَانَ لَهُ عِنْدَ اللهِ عَهْدًا يُدْخِلُهُ الْجَنَّةَ، وَمَنْ لَمْ يَأْتِ بِهِنَّ فَلَيْسَ لَهُ عِنْدَ اللهِ عَهْدٌ، إِنْ شاَءَ عَذَّبَهُ، وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُ

“Shalat lima waktu Allah wajibkan atas hamba-hamba-Nya. Siapa yang mengerjakannya tanpa menyia-nyiakan diantara kelima shalat tersebut karena meremehkan keberadaannya maka ia mendapatkan janji dari sisi Allah untuk Allah masukkan ke surga. Namun siapa yang tidak mengerjakannya maka tidak ada baginya janji dari sisi Allah, jika Allah menghendaki Allah akan mengadzabnya, dan jika Allah menghendaki maka Allah akan mengampuninya.”

(HR. Abu Dawud no. 1420 dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Abi Daud)

Sidang Jama’ah Jum’at yang dimuliakan oleh Allah S.W.T

Jangan sampai ada diantara kita selaku ummat Muslim lantaran disebukkan oleh urusan dunia kemudian meninggalkan sholat lima waktu. Sebuah kerugian yang sungguh besar manakala kita lebih mementingkan urusan duniawi dan meninggalkan kewajiban sholat lima waktu.

Dengan sholat kita akan tertolong dikehidupan di akhirat kelak. Dengan sholat kita akan diberikan ampunan oleh Allah S.W.T. kehidupan dunia hanya sebagai tempat persinggahan sementara saja, oleh karena itu marilah kita sennatiasa mendekatkan diri kepada Allah S.W.T dengan menjalankan ibadah sholat lima waktu yang merupakan kewajiban bagi kita selaku ummat Islam.

أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ

Khutbah diatas merupakan khutbah pertama. Apa yang saya tuliskan disini hanya berupa materi khutbah pertama, dan bukan tata cara khutbah secara detail. Untuk tata cara khutbah hari Jum’at secara detail dari awal hingga akhir mungkin akan saya bahas pada kesempatan berikutnya. Demikian, semoga bermanfaat.

Related posts:

No response yet for "Contoh Kutbah Hari Jum’at (Menjadi Khatib)"

Post a Comment