Contoh Naskah Drama Pengorbanan Sahabat

Kali ini, teks drama yang akan saya share adalah contoh teks drama tema pengorbanan seorang sahabat kepada sahabatnya ketika sahabatnya tersebut sedang dalam kesulitan.

Anda juga dapat menyimak beberapa contoh naskah drama pada postingan sebelumya, seperti contoh naskah drama remaja, contoh naskah drama persahabatan, dan contoh naskah drama 6 orang.


Exposisi

1. Dinda
2. Lina
3. Duma
4. Lilin

Permasalahan

Dinda sedang terbelit hutang dan tidak bisa meluniasinya karena  hutangnya diluar batas kemampuannya.

Komplikasi

Lina yang mencoba memberikan pertolongan kepada Dinda juga tidak punya uang karena jumlah hutang Dinda terlalu banyak.

Solusi

Sebagai sahabat dekat, Lina berusaha mencarikan jalan keluar untuk Dinda. Dengan mencoba berbagai cara Lina berusaha mengeluarkan Dinda dari jeratang hutang yang membelit temannya tersebut, dan Duma yang juga sahabat dekat Dinda dan Lina akhirnya bersedia membantu Dinda untuk melunasi hutang Dinda.

Dialog Drama

Dinda :
Aku pusing banget. Nggak tahu harus ngelakuin apalagi untuk bisa membayar hutangku yang sebesar itu.

Lina :
Ini harus menjadi pelajaran berharga buat kamu Din, lain kali kamu jangan mengutang uang sampai sebesar itu. Jumlah itu kan benar-benar melebih batas kemampuan kamu?!

Dinda :
Iya aku tahu. Sekarang nasi sudah menjadi bubur. Nggak ada gunanya aku menyesal, karena sudah terlanjur terjadi. Nggak tahu gimana solusinya sekarang ini.

Lina :
Aku juga bingung banget nih. Pengen banget bisa membantu kamu terbebas dari permsalahan ini, tapi mau gimana lagi orang aku juga nggak punya uang sebesar itu.

Dinda sebenarnya sangat berharap Lina bisa membantunya, namun Dinda juga sadar bahwa teman dekatnya itu tidak mungkin punya uang sebesar yang dia butuhkan.

Dinda :
Aku harus minjam siapa lagi ya supaya bisa melunias hutang ini? Lagian kalau aku dapatkan pinjaman nantinya aku juga harus matia-matian nyari uang untuk membayar hutang lagi. Aku juga nggak tahu harus minjem sama siapa?

Lina :
Ya sudah, kalau gitu aku nanti aku coba ngomong sama kakakku. Moga-moga aja dia punya uang simpanan.

Dinda pun mencoba mempertegas niatan temannya itu untuk meminjam uang dari kakakknya yang setahu dia kakak Lina juga serba pas-pasan.

Dinda :
Kamu yakin mau minjem uang sama kakak kamu? Bukannya kakak kamu juga nggak mungkin punya uang sebesar itu?

Lina :
Aku nggak tahu, tapi nggak ada salahnya untuk dicoba. Biasanya kakakku selalu punya simpanan uang meskipun nggak banyak. Kamu tenang aja dulu ya!

Dina pun mengucapkan banyak terimakasih kepada temannya itu yang sudah mau berbagi masalah dengan dirinya.

Dinda :
Lin, makasih banyak ya kamu care banget sama aku sampai kamu ngebelain aku sejauh ini.

Lina :
Nggak papa kok Din, aku kan teman kamu. Setiap kebahagiaan kamu adalah kebahagiaanku, dan setiap permasalahan kamu juga akan menjadi masalahku.

Sore harinya Lina pun menemui kakaknya dikamar untuk menanyakan apakah kakaknya tersebut memiliki simpanan uang.

Lina :
Hai kak.. lagi ngapain?

Lilin :
Oww kamu Lin, nggak lagi ngapa2 kok. Emang ada apa? Mau ngajak jalan ya?

Lina :
Nggak kok kak, cuman lagi ada perlu sedikit aja sama kakak. Aku mau ngomong sesutu sama kakak.

Lilin :
Oya? Silakan, kamu ada perlu apa adikku yang manis?

Lina :
Manisan kakak lagi (saut Lina). Begini kak, aku lagi perlu duit, kalau kakak ada simpanan duit aku mau meminjamnya. Dimana kak, ada nggak?

Lilin :
Ada sih Lin, tapi kakah cuman punya sedikit. Emang kamu butuh uang berapa sih? Bukannya mama juga sudah ngasih jatah buat kamu?

Lina :
Iya sih kak, tapi kali ini aku butuh uang yang lumayan banyak. Emang kakak ada berapa?

Lilin :
Sekitar 1 juta-an gitu deh.. emang kamu butuh berapa? Cukup nggak segitu?

Lina pun terdiam sejenak, karena uang satu juta masih belum cukip untuk melunasi hutang Dinda yang berjumlah 2 juta lebih. Lina pun akhirnya menerima pinjaman uang dari kakaknya sebesar 2 juta.

Lina :
Iya cukup kayaknya kak. Ya sudah aku pinjam dulu ya kak. Kapan-kapan kalau aku udah punya pasti aku balikin.

Lilin :
Yup. Bentar ya aku ambilin dulu....

Uang sebesar satu juta pun akhirnya diserahkan kepada Lina oleh kakaknya yang sangat perhatian itu.

Keesokan harinya Lina menemui Dinda untuk memberitahunya bahwa dia sudah meminjam uang sebesar 1 juta dari kekaknya.

Dinda :
Gimana Lin? Dapat nggak?

Lina :
Dapat sih Din, tapi cuman satu juta. Gimana dong, yang satu juta lebih nyari kemana lagi nih?

Dinda pun terdiam seketika..

Dinda :
Ya sudah, kalau emang cuman segitu dapatnya ya mau gimana lagi.

Lina :
Terus yang satu juta lebih kamu mau nyari kemana? Kan duit satu juta itu bahkan belum bisa melunasi separuh dari hutang kamu?

Dinda :
Iya sih.. nggak tahu, aku bingung..

Tiba-tiba datanglah Duma mengampiri mereka berdua...

Duma :
Eh.. lagi pada ngapai kalian bedua nih? Kayaknya lagi pada ngegalau.. ada apa? Jangan-jangan emang galau beneran nih?

Lina dan Dinda tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan hanya memandang ke wajah Duma dengan wajah yang terlihat sangat sedih.

Duma :
Eh.. ada apa sih? Kalau ada masalah ngomong dong.. aku kan teman kalian, harusnya aku juga boleh tau apa yang kalian sedang hadapi?

Lina kemudian menjelaskan kepada Duma permasalahan yang sedang dihadapi oleh Dinda.

Lina :
Begini Dum, Dinda punya hutang dua juta lebih. Ini sudah saatnya untuk melunasi hutang tersebut dan Dinda masih belum punya uang. Kemarin aku minjem kakakku, tapi cuman dapat 1 juta, sisanya yang satu juta lebih itu nggak tahu harus nyari kemana.

Duma :
Oh.. itu permsalahannya. Emang Dinda punya hutang berapa tepatnya.

Dinda :
2.2 juta.

Duma :
Kok banyak amat, emang kamu pake untuk apa Din uang sebanyak itu?

Dinda pun kebingungan untuk menjawab pertanyaan Duma... Lina pun kembali menjelaskan sesuatu kepada Duma.

Lina :
Sebenarnya kemarin aku juga sudah mengingatkan Dinda, tapi biar bagaimanapun juga uang itu kan sudah habis, dan nasi sudah menjadi bubur. Aku pesan sama Dina supaya lain kali jangan ngutang uang yang terlalu banyak dan diluar batas kemampuannya.

Tanpa diduga-duga Duma yang memang memiliki taraf ekonomi yang lebih baik dibanding Dinda dan Lina akhirnya bersedia memberikan bantuan kepada Dinda.

Duma :
Ya sudah.. aku akan ngasih yang 1.2 juta itu.

Lina :
Serius kamu Dum?

Dinda :
Iya Dum? Serius kamu?

Duma :
Nggak, dua rius. Ya serius dong! Emang aku rela kalau sababat tercintaku dibelit masalah?!

Dinda dan Lina pun mengucapkan banyak terimakasih kepada Duma yang sudah bersedia untuk menolong.

NASKAH DRAMA PENGORBANAN SAHABAT – SELESAI

Demikian contoh teks drama tentang pengorbanan seorang sahabat, semoga bermanfaat bagi sahabat pembaca.

Related posts:

No response yet for "Contoh Naskah Drama Pengorbanan Sahabat"

Post a Comment