Contoh naskah drama cerita rakyat (humor)

Naskah drama cerita rakyat memang banyak diminati oleh mereka kalangan pecinta drama. Adapun naskah drama cerita rakyat memang ada banyak sekali, mulai naskah drama Timun Mas, Gunung Tangkuban Perahu, Batu Menangis, Putri Gading Cempaka, dan masih banyak sekali drama legenda lainnya.

Berikut ini adalah contoh naskah drama cerita rakyat tentang Malin Kundang. Naskah drama Malin Kundang dibawah ini bukanlah cerita yang sebenarnya, tetapi sudah digubah menjadi versi humor.

Disuatu hari, tinggallah sebuah keluarga tepat di pesisir pantai wilBapak Sumatera. Keluarga itu mempunyai seorang anak bernama Malin Kundang.

Bapak Malin:
Bapak ingin mengubah nasib kita jadi Bapak ingin pergi keluar kampong untuk cari kerja

Bunda Malin:
tidak Bapak. Bunda tidak mau jauh dari Bapak

Bapak:
Kenapa?

Bunda:
Karena Bunda cintaaaaa banget same Bapak

Bapak:
Hemm.. bohong, kalau Bunda cinta dengan Bapak kenapa Bunda seingkuh

Bunda:
Itu karena Bapak miskin kalau selingkuhan Bunda, udah ganteng, kaya lagi… :p

Bapak:
Hufttt.. justru karna itu Bapak ingin pergi dan menjadi kaya raya seperti yang Bunda ingin

Bunda :
ya udah pergi sana(nada mengusir)

Malin:
Bapakkkk… (menangis sambil menarik ingus).

Besar harapan malin dan Bundanya, suatu hari nanti Bapaknya pulang dengan membawa uang banyak
yang nantinya dapat untuk membeli keperluan sehari-hari.

Malin:
sudah tiga kali lebaran dan 3 kali bulan ramadhan kenapa Bapak tak pulang-pulang..?

Bunda:
mungkin dia kawin lagi

Malin:

Whuss.. Bunda ini sinis banget si sama Bapak. Dia tu suami Bunda juga

Bunda:
Iya ya…heheh

Sesudah Malin Kundang menginjak dewasa, dia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang
dengan harapan kelak saat kembali ke kampung halaman, dia sudah menjadi orang yang
kaya.

Malin:
Bunda, Malin berangkat dulu yah, Bunda jaga diri baik-baik dan jangan lupa mandi dan sikat gigi, kalau Bunda mau nikah lagi jangan lupa kasih kabar ke aku lewat Facebook!

Bunda:
Iya deh nak… sampai ketemu...

Akhirnya Malin Kundang ikut berlayar bersama dengan seorang nahkoda kapal dagang di kampung halamannya yang sudah sukses besar.

Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah
kapal yang sudah berpengalaman itu.

Malin :
what is it? (sambil menunjuk ke lantai)

Michael              :
That's floor

Malin               :
kalau yang ini? (menunjuk kursi)

Michael              :
This is a chair (teriaknya). Ini apa? (menunjuk bagian dengkul Malin)

Malin               :
This is my dengkul (dengan yakin)

Michael              :
Bukan … itu otak kamu Bahlul!

Malin belajar dengan amat tekun tentang perkapalan pada teman-temannya, termasuk mas Michael yang lebih berpengalaman, dan akhirnya dia amat piawai dalam hal perkapalan.

Banyak pulau sudah dikunjungi remaja ini, sampai pada suatu hari di tengah perjalanan, tiba-tiba
kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut Jack Mumun.

Jack Mumun:
I am Jack Mumun, did you know who am I? (puter musiknya teng deng de deng) Rampas semua harta mereka lalu bunuh mereka dan jiwanya di berikan kepada Flys Huss.

Malin Kundang amat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang ditutupi oleh kayu.

Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga pada akhirnya kapal yang ditumpanginya
terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke
desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut.

Marlita           :
wah siapa tui..? ayo kita tolong dia (melihat malin terkuntai-kuntai).

Munari        : tidak… aku gak kenal dia..jadi untuk apa aku menolong dia..?

Marlita           ; untuk dapat pahala dari tuhan

Munari        : pahala untuk apa..?

Marlita           : untuk masuk surga

Munari        : Belum selesai Munari bicara Marlita sudah berlari menuju malin dan berkata

Marlita           : pria itu tampan  mendekati malin dan membawa malin kerumahnya untuk istirahat dan makan.

Marlita           : apa yang terjadi pada mu..?
Malin               : kapal aku di bajak dan aku terdampar disini.

Di desa tempat Malin terdampar merupakan desa yang amat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi orang yang sangat kaya. Dia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 1000 orang.

Malin Kundang:  kamu tau tidak hal paling terindah dalam hidup ini?
Marlita           : bisa membahagiakan org tua, benar kan?
Malin               : memang benar, tetapi bagi ada hal yang terindah dalam hidup ini adalah bisa menikah dengan mu.
Marlita           : Ouhh... that's realluy so sweet
Malin               : jadi mau kah dirimu menikah sama ku..?
Marlita           :  Tentu, aku mau…

Kalian ingat dengan Munari..? ya kalau masih ingat baguslah, mendengar Malin Kundang and Marlita mau menikah Munari bunuh diri.

Selang beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang
besar dan indah disertai anak buah kapal serta para pengawalnya yang banyak.  Bunda Malin Kundang yang setiap hari menunggu kedatangan anaknya, melihat kapal yang amat indah itu, masuk ke pelabuhan. Dia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di kapal bagian atas. Dia yakin kalau yang sedang berdiri itu tidak lain adalah anaknya, Malin Kundang dan istrinya.

Malin Kundang pun turun dari kapal. Dia disambut oleh Bundanya. Setelah cukup dekat, Bundanya
melihat belas luka dilengan kanan orang itu, semakin yakin Bundanya bahwa yang dia dekati
adalah Malin Kundang.

Bunda Malin         : "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa
mengirimkan kabar?", (sambil memeluk Malin Kundang). Namun Malin segera
melepaskan pelukan Bundanya dan mendorongnya sampai terjatuh.

Malin Kundang : Hai, wanita tak tahu diri, main aku saja sebagai Bundaku.

Malin Kundang berpura-pura tidak mengenali Bundanya, lantaran merasa malu dengan Bundanya yang sudah tua, dengan baju yang amburadul.

Marlita :Wanita itu Bundamu?

Malin               : Ibundaku? tentu saja tidak, dia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai Bundaku supaya bisa mendapatkan harta ku.

Mendengar itu, dan merasa diperlakukan semena-mena oleh anaknya, Bunda Malin Kundang amat marah. Dia tidak menduga anaknya menjadi anak sedurhaka itu. Akibat kemarahannya yang memuncak,  Bunda Malin mnegangkat tangannya sambil berucap " Ya... Tuhan, kalau benar dia anakku, aku sumpahi dia agar menjadi batu". Lalu tidak berapa lama berselang angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat mulai datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Sesudah itu, tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan akhirnya menjadi batu karang seperti yang dikehendaki Bundanya.

Related posts:

No response yet for "Contoh naskah drama cerita rakyat (humor)"

Post a Comment