Contoh Naskah Teater

Contoh Naskah Teater
Bagi Anda yang sedang membutuhkan contoh naskah teater, berikut ini saya share sebuah naskah teater yang diharapkan bisa memberikan sumber inspirasi bagi Anda untuk bisa menghasilkan sebuah naskah teater yang bagus dan inspiratif.

Sejumlah naskah terkait yang juga sudah saya share pada kesempatan lalu diantaranya adalah contoh naskah drama, naskah drama singkat, dan naskah drama kebebasan beragama. Berikut naskah drama teater Aku Terjerumus Oleh Seorang Teman.


"AKU TERJERUMUS OLEH SEORANG TEMAN"

Cast:
Jesi  sebagai narator
Tantri  sebagai Gina
Ameliia  sebagai Ratna
Sabria  sebagai tante Risma
Bimantoro  sebagai Om John

Karakter:
Gina: seorang gadis muda dari pedesaan yang cantik nan lugu.
Ratna: seorang gadis penuh pesona yang berusia 25 tahun. Seorang wanita tuna susila di Yogyakarta. Merupakan teman dekatnya Gina.
Tante Risma: seorang ger*o yang berusia 44 tahun. Tante Risma masih kelihatan cantik dan senantiasa berpenampilan rapi. Dia orangnya pintar berbicara dan dapat meyakinkan orang lain.
Om John: pria yang sering mengunjungi tempat “nakal”. Dia sangat genit dan juga kaya.

BABAK I
Tentang realita kehidupan Gina di desa

Scene I:
(narator menggambarkan suasana dirumah Gina yang selalu sepi dan terlihat sangat sederhana)
Narator:
Di sebuah desa di Derah Istimewa Yogyakarta, tinggallah seorang gadis lugu yang dikenal sebagai Gina. Semenjak kecil, gadis ini diasuh oleh neneknya karena kedua orangtuanya sudah meninggal akibat kecelakaan. Genap satu minggu usai kematian neneknya, Gina pun mulai berpikir untuk mencari pekerjaan di kota yang dinilainya bisa memperbaiki taraf hidupnya. Duduk ddepan halaman rumah neneknya, Gina dan terlihat sedang mengobrol berdua.

Ratna: (sambil memeluk Gina)
Saya turut berduka cita atas meninggalnya nenekmu. Saya juga minta maaf karena baru sempat kesini sekarang. Saya baru saja pulang dari Magelang tadi malam.

Gina: (sambil menahan tangis)
Terima kasih Ratna. Sekarang aku hidup sebatang kara. Aku tidak tahu, apakah aku kuat menjalani semua ini.

Ratna: (duduk di sebelah Gina)
Sudah lah... Jangan terus terbuai oleh kedukaan. Jika kamu mau, kamu bisa ikut aku ke Magelang. Disana kita bisa tinggal bersama.

Gina: (menatap serius ke Ratna)
Aku kan tidak punya keahlian apa-apa selain menanam padi. Terus aku mau kerja apa di Magelang nanti?

Ratna: (tersenyum sambil memegang lengan Gina)
Kamu tenang saja. Saya bisa mencarikan kamu kerjaan kok. Saya jamin nanti kamu bisa cepat mengumpulkan uang dan hidupmu akan jadi lebih berdaya dari sekarang.

Gina: (dengan wajah sangat penasaran)
Eamang kerja apa? Benar sih, aku lihat kamu sekarang memang bisa hidup berkecukupan (sambil melihat leher dan pergelangan Ratna yang penuh dengan perhiasan berharga mahal)

Ratna: (dengan muka penuh senyum)
Ah.. sudahlah.. yang terpenting kamu ikut Saya aja ke Magelang. Besok lusa saya akan pulang ke Magelang. jika kamu berniat ikut, kita bisa berangkat bareng.

Gina: (dengan wajah penuh pertanyaan)
Baiklah, kalai begitu aku pikir-pikir dulu ya?


BABAK II
Tentang kehidupan Ratna di Magelang

Scene II:
(narator menggambarkan suasana di tempat “nakal” di Magelang)
Narator:
D sebuah tempat “nakal”, Gina dibawa Ratna untuk diperkenalkan dengan tante Risma. Semenjak dari ujung gang, Gina melihat banyak seorang gadis dengan dandanan menor duduk duduk di teras rumah. Suasan tersebut membuat Gina tertanya-tanya dalam hati.

Ratna: (dengam wajah ceria)
Hai tante Risma, ni kenalin teman aku, Gina.

Tante Risma:
Oh.. hai.. Gina, kamu sangat cantik sekali (sambil menelusuri wajah dan anggota badan Gina dari atas sampai bawah)

Gina: (dengan wajah tersenyum malu)
Tante bisa aja! Terimakasih tante. Saya Gina. Bilang Ratna saya mau diajak kerja di tempat tante, apa bener Tante?

Tante Risma: (tersenyum lebar dengan bahasa tubuh yang sangat ramah)
Ya.. boleh.. kerjanya enak kok. Cuman menemani tamu ngobrol doang. Tapi, Gina harus selalu tampil cantik supaya tamunya kerasan (sambil menatap tanya keRatna)

Gina: (semakin penasaran)
Kelihatannya mudah banget tante.. ya udah deh, saya akan mencobanya.

Lalu tante Risma mengajak Gina ke sebuah kamar make-up untuk mendandani Gina dan mengganti baju yang dikenakan Gina. Tak lama berselang, setelah keluar dari kamar make-up Gina pun sudah tidak melihat Ratna lagi.

Gina: (ketakutan dan bingung)
Tante.. Ratna dimana ya? Dia kemana kok nggak ada disini?

Tante Risma:
Hem.. ngapain sih menari Ratna, nanti juga ketemu lagi. Kamu disini sama tante saja ok (tante Risma memanggil Om John untuk masuk ke ruang tamu)

Om John:
Wuih.... (tersenyum menggoda) wow.. ada yang baru ini tante?

Tante Risma: (tersenyum lebar)
Absolutely fresh! Gina, kenalin, ini Om John. kamu coba temani Om John dulu ya. Tante masih ada urusan lain (sambil berlalu meninggalkan Gina dan Om John)

Gina: (dengan raut wajah penuh ketakutan)
Om John, saya harus melakukan apa?

Pada akhirnya Gina pun mengerti bahwa dia telah dijual oleh temannya, Ratna. Ratna yang merupakan teman dekatnya semenjak kecil itu menjualnya ke tante Risma. Sejak hari itu dia hidup sebagai wanita pe**hibur, dan tidak pernah bertemu dengan Ratna lagi.

Naskah Teater END

Related posts:

1 Responses for "Contoh Naskah Teater"