Efek Negatif Dari Pemakaian Kuteks

Efek Negatif Dari Pemakaian Kuteks - Exnim
Cat kuku atau kuteks kerap kali membantu wanita dalam menyempurnakan penampilannya. Kuteks yang ditawarkan oleh produsen kecantikan pun kian beragam warna dari warna hitam, merah,pink, coklat muda hingga warna emas. Namun apakah para wanita mengetahui, dampak bahaya yang ditimbulkan dari zat kimia yang terkandung pada kuteks.

Berikut akan kami coba informasikan zat-zat yang berbahaya dalam kuteks:

1. Toluene
Tolune adalah bahan pelarut yang membuat warna cat kuku terlihat lebih menarik. Efek buruk dari zat ini dapat menimbulkan iritasi mata, pusing, mudah lupa hingga mempengaruhi sistem saraf pusat.

2. Formaldehyde (formalin)
Yaitu digunakan sebagai pengawet agar cat kuku atau kuteks bisa bertahan dengan waktu yang lama. Jika zat ini terhirup secara langsung oleh paru-paru, berakibat menimbulkan kerusakan kulit, sakit kepala bahkan memicu kanker.

3. Etil Asetat
Zat yang berfungsi sebagai pengering dan penguat cat kuku. Zat ini bisa menembus kulit dan dapat terhirup saat kuteks sedang dioleskan. Dampak yang ditimbulkan dalam jangka panjang yaitu menimbulkan kerusakan pada paru-paru, jantung, hati, dan ginjal

4. Butil Asetat
Zat ini berfungsi sebagai pelarut dalam cat kuku. Efek yang ditimbulkan adalah iritasi pada mata,kulit dan paru paru.

5. Dibutyl Phthalate
Zat ini merupakan bahaya yang paling besar dari kuteks, karena zat ini mampu menembus dan terserap oleh kulit yang akan mengakibatkan mempengaruhi siklus pubertas awal pada perempuan, cacat seksual hingga masalah pada perkembangan janin.

Semoga informasi tersebut menambah pengetahuan anda tentang bahaya kuteks, terutama wanita pecinta kuteks. Disarankan bagi anda penggemar kuteks, baca terlebih dahulu kandungan yang ada pada kuteks. Jadilah pembeli yang cerdas sebelum membeli.

Related posts:

No response yet for "Efek Negatif Dari Pemakaian Kuteks"

Post a Comment