Faktor Penyebab Anak Malas Belajar

Faktor Penyebab Anak Malas Belajar
Setiap anak menjalani masa tumbuh kembang yang berbeda antara  anak satu dengan yang lain. Pada masa ini, diharapkan orang tua memberikan perhatian yang besar pada anak. Dengan perhatian yang besar, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang hebat.

Perlu diketahui bagi para orang tua, bahwa peran terbesar pendidikan anak adalah berawal dari rumah. Orang tua memiliki peran langsung untuk membantu jika anak mengalami kesulitan pada masa tumbuh kembangnya, salah satunya adalah rasa malas belajar pada anak.

Penelitian yang dilakukan oleh Robert D. Carpenter disekolah dasar California, Amerika Serikat, bahwa kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam belajar akan membuat anak menjadi malas. Pada intinya orang tua harus tahu kesulitan yang dihadapi anak ketika belajar. Mencari penyebabnya dan menemukan solusi yang tepat agar anak senang belajar.

Berikut kami coba rangkumkan penyebab anak-anak malas belajar, antara lain:

1. Faktor orang tua
Penyebab utama anak malas belajar adalah orang tua,mengapa demikian?.  Apakah anda pernah memaksa anak untuk menulis atau memaksa untuk belajar pada tepat waktu. Sikap seperti ini tanpa disadari membuat anak semakin malas belajar karena adanya keterpaksaan pada anak.

2.Komunikasi yang efektif
Membangun komunikasi yang baik antara anak dengan orang tua. Jangan sering menyalahkan anak jika anak melakukan kesalahan atau tidak sesuai dengan harapan kita sebagai orang tua. Contohnya ketika anak mendapat nilai jelek, jangan langsung memarahi anak. Namun sebagai orang tua yang cerdas kita perlu tanyakan mengapa anak mendapat nilai jelek.

3. Anak merasa lelah
Apabila anak merasa lelah jangan dipaksakan untuk belajar. Para orang tua sebaiknya tahu mengapa anak mengalami kelelahan, mungkin karena kita memberikan jadwal yang padat disetiap harinya. Semisal dengan mendaftarkan anak untuk mengikuti berbagai macam les atau waktu bermain lebih banyak dibanding waktu belajar. Usahakan agar anak memiliki waktu  istirahat yang cukup setiap harinya.

4. Jangan pernah  mengatakan "pokoknya atau seharusnya"
Disarankan untuk tidak menggunakan kata “pokoknya atau seharusnya “ dalam membimbing anak, misalnya pokoknya kamu harus jadi juara kelas. Hal ini membuat anak semakin kesulitan untuk mengemukakan pendapat serta kesulitan mengetahui potensi diri sendiri.

5. Durasi belajar 
Durasi belajar yang lama akan membuat anak menjadi bosan sehingga apa yang dipelajari tidak akan terserap dengan baik.  Sebaiknya belajar dilakukan secara rutin namun durasi belajar tidak terlalu lama.

Dengan tips tersebut diharapkan orang tua dapat membantu anak dari kemalasan belajar menjadi gemar belajar .

Related posts:

No response yet for "Faktor Penyebab Anak Malas Belajar"

Post a Comment