Menelisik Lebih Jauh Tentang Gangguan Bipolar

Ilustrasi penderita bipolar - Img: guardianlv.com
Seringkali kita mendengar tentang gangguan bipolar, namun apakah semua orang mengetahui apa gangguan bipolar. Gangguan bipolar menurut Diagnostic and statistical manual of mental disorders (DSM IV-TR) adalah gangguan mood yang terdiri dari manik dan hipomanik atau perubahan mood yang disertai adanya depresi dan mania. Bipolar sendiri dari DSM IV dibedakan menjadi 2, yaitu bipolar 1 dan bipolar 2.

Bipolar 1 biasanya disertai 2 simtom yaitu manik dan depresi. Untuk gangguan bipolar II adanya simptom hipomanik dan depresi. Gejala yang sering dialami pada gangguan bipolar biasanya penderita mengalami perubahaan suasana hati (alam perasaan) secara mendadak dan ekstrim. Tiba-tiba merasakan kesedihan atau kebahagiaan yang teramat sangat.

Pada saat sedih penderita bipolar menjadi gelisah, merasa lelah, adanya perubahaan pada tidur bahkan yang sangat ekstrim adalah mencoba untuk bunuh diri. Sedangkan pada saat bahagia penderita menjadi bersemangat, bahagia, optimis dan kreatif.

Gangguan bipolar sendiri bersifat periodik, maksudnya adalah pada waktu tertentu mengalami masa gangguan dan di waktu yang  lain sudah kembali sehat. Penyebab gangguan bipolar bermacam-macam. Disarikan dari Wikipedia, beberapa penyebab gangguan bipolar, antara lain :

1. Faktror genetik
Jika salah satu orang tua mengalami gangguan bipolar kemungkinan 15% hingga 30% anak akan beresiko menderita bipolar. Sedangkan jika kedua orang tua menderita bipolar maka kemungkinan 50% hingga 75% anak akan beresiko.

2. Fisiologis
Yaitu Sistem Neurochemistry dan Mood Disorders. Adanya gangguan keseimbangan cairan kimia pada otak. Otak membutuhkan cairan Norepinephrin, dopamine, dan serotonin untuk penyampai pesan pada saraf. Jika cairan tersebut tidak seimbang pada dalam otak maka perilaku yang ditimbulkan tidak dalam batas normal antara lain merasa percaya diri yang teramat sangat, semangat yang berlebihan atau bisa juga merasakan sangat sedih yang berlebih.
Kedua adalah sistem neuroendokrin, didalam otak terdapat hipotalamus yang berfungsi  untuk mengontrol kelenjar endokrin dan hormon. Hormon tersebut berpengaruh terhadap kelenjar pituarity. Kelenjar ini berhubungan dengan gangguan depresi.

3. Lingkungan
Biasanya penderita mengalami peristiwa yang membekas dihati yang pada akhirnya menjadi momok dalam perjalanan hidupnya. Seperti perceraian orang tua, sering mengalami kegagalan, dan lain sebagainya.

Agar terhindar dari gangguan bipolar cara terbaik adalah menghindari stress yang berlebih atau jika kita tidak bisa memecahkan masalah yang dihadapi kita bisa mencari dukungan dari orang lain. Diharapkan dengan begitu beban yang ada dirasakan tidak terlalu berat sehingga stress yang timbul pun tidak berlebihan.

Related posts:

No response yet for "Menelisik Lebih Jauh Tentang Gangguan Bipolar"

Post a Comment