Contoh Naskah Drama Perjuangan dan Pengorbanan II

Berikut ini adalah contoh naskah drama perjuangan dan pengorbanan Pahlawan Tentara Pelajar bagian kedua. (Baca bagian pertama).

Naskah Drama:
PERJUANGAN DAN PENGORBANAN
PAHLAWAN TENTARA PELAJAR
Karya Sutardi MS Dihardjo


BAGIAN KEDUA


PANGGUNG GELAP. HANYA ADA DUA BUAH ONCOR (OBOR DARI BAMBU) YANG DIPASANG DI TENGAH RUANGAN MENERANGI PANGGUNG.

KEMUDIAN MASUK VETERAN 1 YANG PADA BABAK KEDUA INI BERPERAN SEBAGAI NARATOR YANG SEDANG BERCERITA KEPADA PARA PELAJAR. NARATOR BERDIRI DI TENGAH-TENGAH PANGGUNG DI DEPAN OBOR MENGHADAP KE PENONTON MEMBACAKAN NARASI.

VETERAN 1 (sebagai narator  membacakan narasi)
Tanggal 19 Desember 1948 pesawat terbang Belanda menyerbu Maguwo. Yogyakarta diduduki. Para pemimpin, Bung Karno dan lain-lain ditawan. Panglima Besar Jenderal Sudirman menugaskan Kolonel Abdul Haris Nasution agar mengatur siasat perang bagi seluruh angkatan perang. Lalu dikeluarkanlah Perintah Siasat 1 yang berisi antara lain, perintah untuk melakukan Bumi Hangus  dan penghambatan laju serbuan musuh. Juga perintah untuk melakukan perang gerilya, dengan menjadikan seluruh pulau Jawa menjadi satu medan perang gerilya.

Karena sebelum hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 semua pasukan TNI (Bat Sunitiyoso) sudah keluar kota Klaten, untuk konsinyiring dalam rangka mengadakan serangan di garis Status-quo sekitar Semarang, pada waktu itu yang berada di kota Klaten hanyalah Pasukan Tentara Pelajar di bawah komandan Sdr. Suparno Negro, Pasukan Hisbullah dan Pasukan CPM Det 231 dengan Komandan Mayor Sunarso dan Wakil Komandan Kapten Soenaryo. Maka tugas membumi-hanguskan kota Klaten diserahkan kepada Pasukan Tentara Pelajar yang secara operasional diperbantukan pada CPM Det 231 Klaten.

Dengan berpedoman pada Perintah Siasat 1 tersebut, pada hari Senin tanggal 20 Desember 1948 Tentara Pelajar Sie 132 Cie 130 Klaten mengadakan rapat. Keputusan rapat antara lain:
1.      Menentukan terugval basis untuk mundur keluar kota Klaten.
2.      Pelaksanaan Bumi Hangus terhadap bangunan-bangunan vital dan jembatan-jembatan.
3.      Penyelamatan dokumen penting, pemindahan dan pengangkutan perlengkapan/amunisi, serta logistik bahan pangan.

PEMBACAAN NARASI SEBAGAI PENGANTAR BAGIAN KEDUA SELESAI, NARATOR KELUAR PANGGUNG. ADEGAN BERALIH KEPADA PARA PASUKAN TENTARA PELAJAR YANG SEDANG MENGADAKAN RAPAT.

KETIKA LAMPU SUDAH MENYALA MENERANGI PANGGUNG, NAMPAK PANGGUNG MENGGAMBARKAN SUASANA JAMAN REVOLUSI KEMERDEKAAN INDONESIA, PADA MASA MENJELANG CLASH-II BULAN DESEMBER 1948. WAKTU SIANG HARI.

DI PANGGUNG PADA LATAR BELAKANG NAMPAK SEBUAH LAYAR BESAR UNTUK MENAYANGKAN ADEGAN-ADEGAN BUMI HANGUS DAN PERTEMPURAN MENGGUNAKAN SENJATA-SENJATA BERAT WAKTU PENGHADANGAN KONVOOI PASUKAN BELANDA. DI DEPAN LAYAR NAMPAK MARKAS TENTARA PELAJAR YANG DITANDAI DENGAN TULISAN ”MARKAS TENTARA PELAJAR” DENGAN BEBERAPA PERABOT, MEJA, DINGKLIK (KURSI PANJANG) DAN ALMARI KECIL. SEMUA PERABOT NAMPAK SEDERHANA. 

PARA TOKOH ANGGOTA TENTARA PELAJAR SEDANG MENGADAKAN RAPAT, DIPIMPIN KOMANDANNYA SUPARNO NEGRO. MEREKA DUDUK SALING BERHADAPAN DI DINGKLIK- DINGKLIK (KURSI-KURSI PANJANG) YANG ADA DI MARKAS TENTARA PELAJAR. KOMANDAN MENGHADAP KE PENONTON, DI SAMPINGNYA BEBERAPA TOKOH TENTARA PELAJAR. LALU DI KANAN KIRI SALING BERHADAPAN DUDUK BEBERAPA ORANG TOKOH TENTARA PELAJAR. DI BAGIAN DEPAN DIBIARKAN KOSONG, HANYA ADA DUA MEJA BERDERET, SEHINGGA TIDAK ADA YANG MEMBELAKANGI PENONTON.

KOMANDAN SEGERA MEMBUKA RAPAT, LANGSUNG KE MASALAHNYA.

SUPARNO NEGRO
Tanggal 19 Desember 1948 kemarin, ketika tentara kita sedang mengadakan persiapan latihan perang-perangan secara besar-besaran, secara tidak terduga, Belanda menyerbu kita. Mereka telah merobek-robek perjanjian Renville. Semula kita mengira, bunyi ledakan bom yang terdengar menggelegar, dan suara tembakan-tembakan membahana, adalah bunyi latihan perang-perangan yang sudah direncanakan sebelumnya. Tak tahunya, itu adalah serangan beneran, yang dilakukan Belanda ditujukan kepada kita.

MARDOWO
Sebelumnya, bukankah kita sudah menduga, kalau cepat atau lambat Belanda pasti akan menyerang kita?

SUPARNO NEGRO
Benar, tetapi kita tidak mengira akan secepat itu. Karena saat ini kita sedang mengadakan perundingan dengan Belanda, yang juga dihadiri oleh Komisi Tiga Negara, di Kaliurang. Rupanya perundingan itu hanya siasat Belanda untuk membuat kita terlena, tidak bersiap-siap menghadapi perang yang dengan dadakan akan mereka lancarkan.

MARDOWO
Mereka memang sengaja mengulur-ulur waktu perundingan. Dan mereka sengaja mempersulit pengambilan kesepakatan dalam perundingan. Itu semua hanyalah siasat mereka agar dapat mempersiapkan penyerangan secara kilat, sambil menunggu kesempatan yang baik untuk menyerang.

SUNARDI
Keadaan kita saat ini sedang sulit. Saat ini keadaan kita masih terpecah-pecah, setelah terjadinya pemberontakan PKI di Madiun. Di antara kita masih sering saling curiga. Ini adalah saat yang tepat bagi Belanda untuk menyerang kita.

ROBERT SUFSIDI
Benar! Lebih sulit lagi bagi kita, karena ekonomi kita masih lemah, akibat blokade ekonomi yang dilakukan Belanda.

WIBOWO
Lantas bagaimana? Apa yang harus kita laksanakan menghadapi serbuan Belanda itu?

ROBERT SUFSIDI
Iya, apa yang harus kita laksanakan sekarang? Padahal, menurut perkiraan kita, karena dekatnya Klaten dengan Jogjakarta sebagai ibukota Republik Indonesia, tentu setelah Belanda berhasil menduduki Maguwo dan Jogjakarta tanggal 19 Desember 1948 kemarin, tak lama lagi tentu akan bergerak ke timur untuk menguasai Klaten dan Surakarta.

SUPARNO NEGRO
Benar dugaan Bung Robert Sufsidi. Belanda akan segera menyerbu daerah kita. Maka perintah  Kolonel A. H. Nasution selaku pimpinan Markas Besar Komando Jawa, yang sekarang berada di Desa Taskombang Manisrenggo, kita diperintahkan untuk segera meninggalkan kota Klaten, untuk melakukan perang gerilya.

WIBOWO
Apakah kita akan meninggalkan kota Klaten begitu saja? Dan membiarkan penjajah yang serakah itu menguasai daerah kita dalam keadaan utuh?

SUPARNO NEGRO
Tidak. Kita harus melakukan politik Bumi Hangus! Semua tempat-tempat vital yang kemungkinan akan dijadikan markas mereka, dan akan membuat mereka kerasan tinggal di Klaten untuk menghimpun kekuatan, harus kita bakar. Jadi mereka nanti akan memasuki kota Klaten dalam keadaan kosong atau rusak. Sehingga mereka sulit untuk melakukan konsolidasi.

ISKANDAR
Setuju! Aku setuju untuk melakukan bumi hangus kota Klaten. Ini adalah pengorbanan kita untuk mencapai kemenangan di kemudian hari. Tetapi itu hanya untuk tempat-tempat vital saja, yang kemungkinan akan dipergunakan Belanda. Dapat kita daftar di sini, misalnya: Kantor Kabupaten, Pegadaian, Kantor Pos, Tangsi Polisi, Pabrik Sepatu Gayamprit, Pabrik Textil OKADA, SMP Muhammadiyah, SMP Negeri, Sekolah Rakyat Kristen, Gedung Seng dekat alun-alun, Kantor Telepon, Stasiun Kereta Api, dan Markas kita ini. Tetapi untuk rumah-rumah penduduk, jangan kita bakar. Biarlah mereka tetap berada di sana. Justru mereka akan kita jadikan sumber informasi kalau kita menyusup ke kota nanti.

WIBOWO
Setuju! Hanya gedung-gedung vital saja yang kita bumi hanguskan. Tetapi mestinya kita tidak hanya membumi-hanguskan gedung-gedung vital dalam kota saja. Kita juga perlu menghambat perjalanan pasukan Belanda yang akan memasuki kota. Kita perlu meruntuhkan jembatan-jembatan yang akan mereka lalui, agar nantinya mereka juga tidak mudah melakukan patroli untuk mengejar kita.

SUPARNO NEGRO
Baik, usul Bung Wibowo kita terima. Karena pekerjaan meruntuhkan jembatan adalah pekerjaan berat, tidak semudah membakar rumah, tugas itu kita serahkan kepada tentara yang sudah lebih terlatih. Apakah ada yang masih akan mengajukan usul lagi?

ROBERT SUFSIDI
Setelah kita menyepakati untuk melakukan Bumi Hangus Kota Klaten, kita perlu menentukan ke mana kita akan mundur ke luar kota, setelah melakukan Bumi Hangus. Desa mana yang akan kita tuju?

SUPARNO NEGRO
Yang jelas, agar kita tidak mudah mereka temukan, markas kita akan berpindah-pindah. Coba sekarang, siapa yang punya usul?

ROBERT SUFSIDI
Untuk sementara kita akan menempati wilayah sebelah selatan kota Klaten. Yang terdekat adalah di Desa Jogodayoh, Desa Kalikotes, Desa Kalikuning.


SUPARNO NEGRO
Kalau yang agak jauh dari kota Klaten, siapa yang punya pendapat?

WIBOWO
Di  Desa Birit, Desa Tegalrejo, Desa Jimbung,  dan di Wedi.

SUPARNO NEGRO
Baik. Lalu kalau yang jauh dari kota Klaten, siapa punya pendapat?

CIWIK WIYOSO
Di desa Bayat, Desa Gempol, Desa Gentan, dan  Desa Teluk.

SUPARNO NEGRO
Baik, kita sepakat. Untuk yang pertama, setelah kita selesai melakukan Bumi Hangus kota Klaten, kita akan mundur ke Desa Jogodayoh.

SUNARDI
Langkah-langkah sebagai tindak lanjut perintah Bapak Kolonel A.H. Nasution sudah kita rencanakan dengan baik. Sekarang tinggal bagaimana kita membagi tugas untuk melaksanakan siasat tersebut.

SUPARNO NEGRO
Baik! Sekarang kita berbagi tugas untuk melaksanakan Bumi Hangus. Bung Ciwik Wiyoso, Herutomo, Utoro, Waliban, Iskandar, Sumarso, Margono, Sujono, bertugas membakar Kantor Kabupaten Klaten. Bagaimana? Siap?

CIWIK WIYOSO
Siap, Komandan!

SUPARNO NEGRO
Kalau begitu, Sdr. Ciwik yang mimpin kelompok ini.

CIWIK WIYOSO
Siap, Komandan!

SUPARNO NEGRO 
Kelompok selanjutnya dipimpin Bung Mardowo, dengan anggota: Susetyo, Suryoko, Suwito, Sudibyo, Sunardi, Sri Muslimatun. Mereka ini bertugas membakar pegadaian.

MARDOWO
Siap, Komandan!

SUPARNO NEGRO
Selanjutnya kelompok yang akan dipinpin Bung Robert Sufsidi. Anggotanya: Mardoyo, Suhadi, Purwoko, Sunarto, Suwiyatno, Sribudiyo, dan Martono. Kelompok ini bertugas membakar Kantor Pos.

ROBERT SUFSIDI
Siap Komandan!

SUPARNO NEGRO
Bung Kuncoro, Mahfud, Sambas Aritonang, Drajat Maryanto, Sudarto, Anwar, Suparjo, dan Gatot Surajim, dengan dimpin Bung Kuncoro bertugas membakar Tangsi Pulisi.

KUNCORO
Siap Komandan!

SUPARNO NEGRO
Bung Supardi, Mulyono, Siswo Purnomo, Slamet Sriyanto, Hartoyo, Sudiyono, dan Sartoyo, dipimpin Bung Supardi, bertugas membakar Pabrik Sepatu di Gayamprit.

SUPARDI
Siap Komandan.

SUPARNO NEGRO
Bung Sudibyo, Suwoto, Mulyono, Sudarsono, Widodo, dan Sutaryono, di bawah pimpinan Bung Sudibyo, bertugas membakar Pabrik Tekstil OKADA.

SUDIBYO
Siap Komandan.

SUPARNO NEGRO
Bung Wibowo, Sutarno, Yansen Silaen, Srihono, Darmojo, Suyono, Kardono, dan Sukarno, di bawah pimpinan Bung Wibowo, bertugas membakar Sekolah Rakyat Kristen.

WIBOWO
Siap Komandan!

SUPARNO NEGRO
Bung Kasiran, Sadiyar, Issudadiyo, Mulyadi, Sukirno, Sariman, dan Subeno, bertugas membakar Gedung Seng dekat alun-alun.

KASIRAN
Siap Komandan!

SUPARNO NEGRO
Bung Sutrisno, Basuki, Nindito, Nunang Sumarjo, Ismail, Sukarno, dan Antiwiragi, di bawah pimpinan Bung Sutrisno, bertugas membakar Kantor Telepon.

SUTRISNO
Siap Komandan!

SUPARNO NEGRO
Terakhir saya sendiri, Bung Sutadi, Miyoto, Suroyo, Yuchrie, dan Radioputro, ikut aku membantu TNI untuk membakar Stasiun Kereta Api.

SRI  MUSLIMATUN
Terus kami yang perempuan ini mendapat tugas apa, Komandan?

SUPARNO NEGRO
Kalian yang perempuan: Sri Muslimatun, Tuti, Bandiah, Markamah, Sri Mukminatun, dan Kadariyah, dengan dipimpin Sri Muslimatun menyediakan konsumsi di Markas dan menyiapkan logistik yang akan kita bawa ke luar kota.

SRI  MUSLIMATUN
Siap Komandan!

SUPARNO NEGRO
Sekarang mari kita bersiap-siap! Amunisi bahan peledak sudah disediakan di gudang. Kita ambil sendiri-sendiri secukupnya, sesuai besar kecilnya gedung yang akan kita bakar. Nanti setelah selesai kita menjalankan tugas sesuai yang kita bagi, kita kembali ke markas. Tugas selanjutnya nanti adalah membakar gedung SMP Negeri, SMP Muhammadiyah, dan markas kita ini, Markas Tentara Pelajar.

SEMUA ANGGOTA TP
Siap Komandan!

SUPARNO NEGRO
Ya sudah mari kita laksanakan!

SEMUA ANGGOTA TP
Siap, laksanakan!

MEREKA SEMUA KELUAR. LAMPU PADAM. SEKARANG ADEGAN BERALIH KE LAYAR FILEM. DI LAYAR DITAYANGKAN ADEGAN ORANG-ORANG MELEDAKAN GEDUNG-GEDUNG. TERJADI KEBAKARAN DI MANA-MANA. MALAM YANG GELAP BERUBAH MENJADI TERANG BENDERANG OLEH NYALA API KEBAKARAN DI MANA-MANA, DAN SUARA LEDAKAN BERUNTUN. KLATEN MENJADI LAUTAN API.

SEMENTARA ITU DI PANGGUNG BAGIAN DEPAN,  DUA BUAH OBOR KEMBALI DINYALAKAN, MENERANGI VETERAN 1 YANG MEMBACAKAN NARASI PELAKSANAAN BUMI HANGUS.

VETERAN 1 (Membaca narasi)
Hari Senin 20 Desember 1948, sejak sore hari, Bumi Hangus terhadap bangunan-bangunan vital di kota Klaten dilaksanakan oleh Tentara Pelajar. Para anggota Tentara Pelajar mengangkuti bahan-bahan peledak, bom-bom berat untuk menghancurkan gedung-gedung. Keringat mereka menetes membasahi sekujur tubuh mereka. Tak ada kata panas dan lelah, karena semangat pengorbanan mereka membara untuk mempertahankan kemerdekaan bangsanya. Minyak tanah disiramkan, api dinyalakan. Bom-bom berat diledakan, gedung-gedung ambruk, puing-puing segera disambar api, merah menyala! Bunga-bunga api, kobaran-kobaran api, langit merah dan percikan bunga-bunga api menyala mewarnai kota Klaten. Langit yang gelap berubah menjadi terang benderang. Bumi bergetar, rumah-rumah bergetar, kaca-kaca jendela dan pintu-pintu di seluruh penjuru kota bergetar, akibat ledakan bom yang dahsyat.

Sampai jauh malam, bumi hangus belum selesai dengan sempurna. Keadaan kota Klaten sangat mencekam. Sepi dari orang lalu lalang, tetapi ramai dengan ledakan-ledakan bom di sana-sini. Apalagi listrik sudah sejak sore hari dimatikan. Menjelang dini hari pembumi-hangusan kota Klaten hampir selesai, tinggal gedung SMP Negeri, SMP Muhammadiyah, dan Markas Tentara Pelajar yang belum dibumi-hanguskan. Kini tibalah saatnya gedung-gedung yang sangat akrab dan berjasa bagi para anggota Tentara Pelajar itu yang akan mendapat giliran.

VETERAN 1 KELUAR. LAMPU MENYALA LAGI, TAPI REMANG-REMANG SAJA. SUASANA MALAM HARI. DI PANGGUNG TAMPAK PARA ANGGOTA TP SUDAH KEMBALI BERKUMPUL. MEREKA AKAN SEGERA MELAKSANAKAN BUMI HANGUS TERHADAP SMP NEGERI, SMP MUHAMMADIYAH, DAN MARKAS TP.

SUPARNO NEGRO
Bagaimana tugas kalian? Apakah semua sudah dibumi-hanguskan sesuai rencana?

SEMUA ANGGOTA TP
Beres! Semua sudah kami bumi hanguskan sesuai rencana.

SUNARDI
Besok kalau tentara Belanda memasuki kota Klaten, mereka tinggal menemukan puing-puing reruntuhan yang tidak dapat dihuni.
ROBERT SUFSIDI
Ya, mereka akan kecele. Mereka mengira Klaten sebagai daerah makmur akan dapat dijadikan sapi perahan untuk membiayai perang mereka. Tetapi mereka akan kesulitan menemukan gedung yang dapat dijadikan markas mereka.

SUTRISNO
Paling mereka akan menjarah rumah penduduk yang tergolong besar, dijadikan markas mereka.

SUPARNO NEGRO
Sekarang tugas kita tinggal membumi-hanguskan tempat-tempat yang akrab dengan kita, yang sudah sangat berjasa bagi kita. Yaitu gedung SMP Muhammadiyah, SMP Negeri, dan markas kita, Markas Tentara Pelajar, yang setiap hari kita jadikan tempat untuk berkumpul.

MARDOWO
Sebenarnya berat bagi kita untuk melaksanakannya. Tetapi bagaimana lagi? Kalau tidak kita bumi-hanguskan, tiga gedung yang berdekatan ini bisa mereka jadikan markas mereka untuk bercokol dan menguasai seluruh Kabupaten Klaten.

KASIRAN
Sayang sekali, sekolah ini banyak menyimpan kenangan bagi kami, anak-anak pelajar SMP. Setiap hari kami belajar di situ. Diajar dan dididik bapak-ibu guru. Juga kami pergunakan sekolah ini sebagai tempat bermain, bergaul dan bersosialisasi. Kini kami harus menyaksikan sekolah ini dibakar. Bahkan tangan kami sendiri yang harus membakarnya! Betapa tragis! Sungguh sayang ini harus terjadi! Sungguh sayang kami yang harus melakukannya!

SUDIBYO
Tidak usah menjadi cengeng seperti itu! Ini semua adalah pengorbanan untuk kemerdekaan negara kita. Kalau perlu bukan hanya sekolah kita yang kita korbankan. Nyawa kita pun kalau memang dikehendaki, kita korbankan demi kemerdekaan negara kita.

SUNARDI
Iya, benar! Kalau kita sudah berani terjun ke medan tempur, sebagai Tentara Pelajar, nyawa kita menjadi taruhan setiap saat, baik pada saat kita berada di medan perang, atau pun ketika kita sedang berada di mana saja, karena cap yang sudah melekat pada diri kita adalah cap seorang pejuang. Di mana saja, kapan saja, dalam keadaan bagaimana pun juga, entah sedang bersiap atau sedang santai, bahkan sedang tidur sekalipun, kita adalah pejuang yang siap berjuang, dan siap gugur di medan bakti.

SUPARNO NEGRO
Benar kata Bung Sudibyo dan Bung Sunardi. Kita tidak boleh cengeng. Kita harus tegar dan tabah. Sekolah kita dan markas kita harus segera kita bakar, karena sebentar lagi Belanda pasti akan segera datang. Jangan sampai kita terlambat. Perkara gedung sekolah, lain kali kalau keadaan sudah aman, kita dapat membangun kembali yang lebih baik dan lebih nyaman untuk belajar.

KASIRAN
Baiklah, saya tidak keberatan gedung sekolah saya dibakar. Mari segera kita laksanakan.

SUPARNO NEGRO
Kawan-kawan, ayo jangan menunggu lama-lama lagi! Gedung SMP Negeri dan Gedung SMP Muhammadiyah, serta Markas Tentara Pelajar ayo segera kita bakar! Ambil minyak tanah dan bom peledaknya! Segera kita hancurkan gedung-gedung yang ada di gerbang kota Klaten ini, agar Belanda tidak dapat memanfaatkannya!

SEMUA ANGGOTA TP
Mari kita bakar! Mari kita ledakan! Mari kita hancurkan! Bumi Hangus kota Klaten! Jadikan Klaten kota mati, biar Belanda ngeri tinggal di Klaten. Biar Belanda tak kerasan, lalu segera angkat kaki dari Klaten!

LAMPU PADAM. DI LAYAR FILEM DITAYANGKAN PELEDAKAN-PELEDAKAN GEDUNG SMP NEGERI, SMP MUHAMMADIYAH, DAN MARKAS TENTARA PELAJAR. MEJA-MEJA DAN KURSI-KURSI YANG ADA DI MARKAS TENTARA PELAJAR YANG TADI MEREKA DUDUKI JUGA DIBAKAR.

SAMBIL MELIHAT KOBARAN API DI LAYAR FILEM, PARA ANGGOTA TENTARA PELAJAR, TERUTAMA KASIRAN, ROBERT SUFSIDI, DAN SUTRISNO MERENUNG DAN BICARA SENDIRI.

KASIRAN
Sekolahku kini mulai dilalap api. Sekarang sudah merambat ke kelasku. Meja-meja, kursi-kursi semua menyala dimakan si jago merah. Aku masih ingat, aku pernah dihukum bapak guru, berdiri di depan kelas, karena tak mengerjakan PR.

ROBERT SUFSIDI
Aku juga pernah dihukum ibu guru, karena ketika beliau menerangkan pelajaran, aku tidak memperhatikan. Ketika mendapat pertanyaan, aku tergagap, tidak bisa menjawab. Guru mendatangi mejaku, ia melihat apa yang aku kerjakan. Di buku tulisku aku justru menggambar tank Belanda lewat di jalan raya, dihadang para gerilyawan. Aku menggambar pertempuran yang baru saja kita lakukan.

SUTRISNO
Lihat! Sekarang papan tulis sekolah kita mulai dimakan api. Suaranya gemeretak. Padahal papan tulis itu menyimpan kenanganku bersama Ningsih. Gadis itu pernah membantuku ketika aku disuruh maju mengerjakan soal oleh bapak guru. Aku kesulitan mengerjakan karena malamnya tak sempat belajar. Maklum malam itu aku harus piket di markas TP. Untung Ningsih mau membantuku mengerjakan soal itu. Dan kelanjutannya, Ningsih jadi lebih dekat kepadaku.

KASIRAN
Kalian lalu berpacaran?

SUTRISNO
Ya belum sampai berpacaran. Maklum masih SMP. Tapi kami jadi lebih dekat dan akrab. Nampaknya hubungan kami akan mengarah ke situ.

KASIRAN
Beruntung kamu. Ningsih adalah gadis yang manis dan baik hati. Pintar lagi.

SUTRISNO
Tapi, papan tulis yang berjasa membuat kami semakin akrab itu kini akan habis dilalap api.

KASIRAN
Benar. Tetapi kenangan tidak akan hilang. Ia tercetak dalam ingatan kita. Selama kita masih ada, kenangan itu masih dapat muncul menghampiri kita.

SUPARNO NEGRO
Sudah...Sudah! Sekarang bukan waktunya lagi mengenangkan yang sudah berlalu. Kita berpacu dengan waktu. Belanda sudah semakin dekat. Kemungkinan mereka dari Yogyakarta akan masuk ke Klaten lalu ke Solo. Atau dari arah Semarang, lewat Boyolali, Tulung, lalu ke kota Klaten. Kemungkinan dini hari nanti mereka akan memasuki kota Klaten. Oleh karena itu mari kita segera bersiap untuk meninggalkan kota Klaten.

SRI MUSLIMATUN
Karena kita kalah persenjataan, lebih baik segera kita tinggalkan kota Klaten yang tidak mungkin dapat kita pertahankan ini. Kita mundur ke desa untuk membangun kekuatan, agar dapat merebut kembali kota Klaten tercinta.

MARDOWO
Iya mari kita segera tinggalkan kota Klaten menuju ke Desa Jogodayoh. Kita kubur sementara kenangan yang tersimpan di kota Klaten. Pada saatnya nanti kita bongkar kembali untuk kita ceritakan kepada anak cucu kita, sebagai bagian dari pengorbanan kita.

SUPARNO NEGRO
Kita ini adalah Pasukan terakhir yang masih ada di kota Klaten. Sebelumnya Pasukan Hisbullah dan Pasukan CPM Det 231 telah mendahului mundur ke luar kota. Sebelum kedahuluan kedatangan tentara Belanda mari kita segera mundur ke Desa Jogodayoh, Kalikotes, atau Kalikuning. Kalian semua telah siap?

SEMUA ANGGOTA TP
Siap Komandan!

SUPARNO NEGRO
Siap Komandan! Mari kita berangkat sekarang juga.

MEREKA SEMUA KELUAR DENGAN MEMBAWA PERBEKALAN DAN SENJATA. LAMPU PADAM



                                                                 (Bersambung ke Bagian III)

Related posts:

3 Responses for "Contoh Naskah Drama Perjuangan dan Pengorbanan II"

  1. Maaf Bagian 3nya kok tidak ada. Mohon di share. Saya membutuhkannya. Atas perhatiannya terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagian III: http://www.exnim.com/2014/09/Contoh-Naskah-Drama-Perjuangan-Pengorbanan-Pahlawan-TP-Bag-III.html

      Delete