Cerita Jagading Lelembut: Bercinta Dengan Penunggu Bok Depan Polres Bagian III

Cerita Jagading Lelembut:
Bercinta Dengan Penunggu Bok Depan Polres Bagian III (Baca bagian II)


Sebuah mobil mogok di depan Polres. Pengendaranya mencoba menghidupkan mesin berulang kali tapi tidak berhasil. Penumpang lainnya diminta turun untuk mendorong mobil itu, tetapi tak bisa. Mobil itu tetap mogok. Mobilnya jalan pelan, tetapi mesinnya tetap tidak mau hidup. Si sopir jadi pusing. Ia minta dorong terus, terus dan terus sampai mesinnya mau hidup.

Ada yang terasa aneh ketika mobil yang didorong itu sampai di pojok utara pekarangan Polres. Di pinggir perempatan jalan, di situ ada bok beton yang tidak begitu tinggi. Bok itu biasa digunakan untuk duduk-duduk orang yang menunggu angkutan umum. Bok beton membujur di situ tidaklah aneh. Sudah sejak dibangun ada di situ. Tetapi yang aneh adalah karena pada dini hari itu, dimana hujan gerimis masih belum juga reda, ada seorang laki-laki tanpa busana selembar pun, kedua tangan bertumpu di gigir bok beton, dengan kedua kaki mengangkang ia memaju-mundurkan pantatnya berulang kali tak henti-henti. 

Seorang penumpang perempuan yang ikut turun mendorong mobil, melihat pemandangan aneh di bok beton di pinggir jalan itu, menjerit malu. Ia memalingkan mukanya dan tak mau menoleh lagi. Sedangkan penumpang laki-laki yang juga menyaksikan hal itu jadi terheran-heran. Mereka menyangka ada orang gila yang sedang melakukan perbuatan yang tidak masuk akal. Pengemudi mobil yang mengetahui hal itu, langsung tanggap. Ia memang sopir yang sudah banyak pengalaman. Jam terbangnya sebagai sopir memang sudah tinggi. Banyak pengalaman aneh-aneh yang telah ia temui di sepanjang perjalanannya sebagai sopir.

Sopir itu segera turun dan menghampiri orang yang masih melakukan perbuatan aneh di depan bok beton itu. Lalu setelah komat-kamit membaca doa, ditepuknya pantat yang masih asyik dimaju-mundurkan oleh pemiliknya itu.

“Bangun! Ayo bangun! Dingin-dingin begini kok tidur berhujan-hujan tanpa pakaian. Ayo bangun!” bentak pak Sopir membangunkan yang sedang asyik masyuk di alam lain.

Rinto tersadar. Matanya yang semula terpejam, pelan-pelan ia buka. Tapi tubuhnya lemas. Ia pun jatuh terduduk. Sekujur tubuhnya serasa remuk terperas. Ia heran melihat orang di sekelilingnya. Ada sekitar lima orang merubungnya. Dan ada satu perempuan menjauh di sana. Apa yang terjadi? Ia bingung! Sadar kalau dirinya masih telanjang bulat, ia segera meraih celana dan bajunya yang tergantung di stang sepeda motornya. Aneh, apa yang terjadi?

Sambil menanti Rinto berpakaian, salah seorang penumpang mengambilkan air mineral dari dalam mobil. Rinto minum air mineral gelas yang diterima sampai habis. Barulah sekarang ia sadar semua yang telah menimpa dirinya. Menjawab pertanyaan sopir yang telah membantu menyadarkannya, Rinto menceritakan semua kejadian yang telah menimpanya malam itu, sejak dari melihat perempuan berbaju merah ketika akan mengisi bensin di SPBU Jonggrangan, sampai ia bermain cinta dengan perempuan yang mengaku bernama Selfi, dan kemudian dibangunkan si sopir.

Setelah tahu apa yang terjadi, dan setelah Rinto pergi kembali pulang ke rumahnya, sopir kembali mengemudikan mobilnya. Sedangkan lima orang penumpang lainnya kembali mendorong mobil yang sudah mogok cukup lama itu. Anehnya mesin mobil itu sekarang mau hidup, dan mobil mau jalan. Mereka yang tadi mendorong sekarang berlarian masuk ke mobil. Mobil lalu berlari menyusuri jalan by pass. Namun setelah mengingat-ingat kembali cerita Rinto yang digoda perempuan penunggu bok beton depan Plores, ada hal yang tak mereka mengerti. Kenapa Rinto yang merasa sudah melajukan sepeda motornya meninggalkan bok beton depan Polres menuju ke perumahan Tegalmas, ternyata masih ada di bok beton depan Polres? Padahal ia merasa belum meninggalkan perumahan Tegalmas. Dan pakaian yang katanya dicantelkan di kapstok yang ada di kamar mandi perumahan, ternyata dicantelkan di stang sepeda motornya sendiri. Tidak masuk akal! 

***

NB:
Cerita Jagading Lelembut ini bersama 17 cerita jagading lelembut lainnya akan diterbitkan menjadi buku Kumpulan Cerita Misteri dengan judul “ Yang Nyusul Di Tempat Tidur” oleh Penerbit Galang Press Yogyakarta. Bulan September ini dijadwalkan memasuki tahap editing.  

Related posts:

No response yet for "Cerita Jagading Lelembut: Bercinta Dengan Penunggu Bok Depan Polres Bagian III"

Post a Comment