Petikan Novel Prabu Nala & Dewi Damayanti 1 Bag. II

Artikel petikan novel Prabu Nala & Dewi Damayanti 1 Bagian II ini merupakan lanjutan dari artikel petikan novel Prabu Nala & Dewi Damayanti 1 bagian pertama.


“Kata-katamu memang benar, Dinda, tidak ada yang dapat menghibur hati suami, kecuali istrinya, tetapi ketahuilah, Dinda, karena saat ini kita sedang hidup sengsara di tengah hutan yang penuh dengan bahaya, rasa-rasanya akan lebih ringan kalau penderitaan ini aku jalani sendiri, sedangkan Dinda yang tidak bersalah jangan ikut merasakan,” kata Prabu Nala memberi alasan.

“Kalau Sinuwun Prabu setuju, lebih baik kita berdua pergi menghadap ramanda Prabu dan ibunda Ratu, hamba jamin tentu kita akan diterima dengan senang hati di negara Widarba. Janganlah berulang kali Sinuwun menunjukkan jalan menuju ke negara Widarba, dengan maksud agar hamba seorang diri pergi ke sana, meninggalkan Paduka. Yang seperti itu hamba tidak dapat menjalani,” kata Dewi Damayanti tegas.

“O, Dinda Dewi, jangan punya pendapat seperti itu! Hamba tidak punya niat seperti itu. Sedangkan saranmu agar kita berdua pergi menghadap ramanda Prabu dan ibunda Ratu di Widarba, aku tahu maksud baikmu, tetapi berat rasa hatiku untuk menjalaninya, karena sekarang ini aku sedang prihatin, sedang menjalani keadaan yang terasa pedih. Berbeda dengan jaman dahulu, kedatanganku ke Widarba dahulu, aku masih menyandang kemuliaan, jadi aku masih bisa membanggakan diri karena merasa dapat memberi kemuliaan hidup dan perlindungan kepadamu. Tetapi saat ini, dalam keadaan yang amat memilukan dan memalukan seperti ini… lebih baik tidak saja, Dinda!” kata Prabu Nala memelas.   

Demikianlah, perjalanan Prabu Nala dan Dewi Damayanti di tengah hutan terlunta-lunta menahan lapar, lelah dan kantuk. Mereka berjalan tanpa arah dan tujuan, hanya menurutkan kaki melangkah. Setelah lama mereka berjalan, akhirnya mereka melihat rumah gubuk di pinggir jalan. Mereka pun mempercepat langkah yang terasa lambat dan tak dapat ditambah kecepatannya karena sudah sangat lelah. Mereka ingin segera dapat beristirahat di gubuk itu untuk memulihkan tenaganya.

*
NB: Cerita ini adalah petikan sebagian dari Novel ”Prabu Nala dan Damayanti” sebuah Novel Ujian Cinta dan Kesetiaan Wanita Utama, yang akan diterbitkan Penerbit Diva Press Yogyakarta. ACC telah diberikan tanggal 14 Desember 2012. 

Ditulis oleh: Sutardi MS Dihardjo

Related posts:

No response yet for "Petikan Novel Prabu Nala & Dewi Damayanti 1 Bag. II"

Post a Comment