Puisi: Gagal Promosi Koneksi Duwit dan Demit

Sebuah puisi: Gagal Promosi Koneksi Duwit dan Demit


Jangan menangis kalau merasa dikalahkan
Jatuh tersisih terpinggirkan
Doa dan tahajud tidak diterima
Tidak. Doa dan tahajud diterima
Tuhan Maha Arif dan Bijaksana
Pahalanya surga, ketenangan dan ketentraman
Bukan jabatan bukan kedudukan di dunia
Tapi kedudukan di sisi-Nya
Bagi yang tahan uji

Di jaman serba materi
Promosi membutuhkan koneksi, duwit
Juga demit
Ada koneksi tak ada duwit macet
Ada duwit tak ada koneksi hilang jalan
Demit mendorong keberanian
Menempuh jalan sesat

Doa berjalan seiring koneksi duwit dan demit mungkinkah
Air dan minyak bersenyawa mungkinkah
Pasti ada yang tertolak
Karena tak mungkin
Doa menginjak mendepak orang lain
Sedang koneksi duwit dan demit memang tugasnya

Maka kalau mau berhasil promosi
Berdoa boleh berdoa terus sepanjang hari
Sholat tahajud boleh sholat tahajud sepanjang malam
Tapi untuk menambah pahala
Kasih sayang Allah Tuhan Penguasa Alam Raya
Itu pun kalau tetap dapat menjaga keridhoan,
Kesabaran, qonaah dan istiqomah
Jangan terlalu berharap mendapat jabatan impian
Karena tuhan dunia sudah pasang tarip untuk setiap kursi
Yang ditawarkan calok-calok dewa bergentayangan
Tanpa koneksi calok dewa dan syukuran sekian tahun
Ijon tunjangan gaji, honor, insentip, dan lain-lain
Silakan jalan di tempat sampai pensiun

Harapkan perubahan dari pilihan bupati,
Pilihan presiden atau pergantian menteri
Atau pilihan legislatip
Kekecewaan yang didapat
Mereka kampanye pakai duwit
Bagaimana bisa melaju jalan
Lobang di depan dalam belum ditimbun
Kendaraan karatan perlu diservis

Jadi kapan ada perubahan
Besok kalau jaman sudah digulung
Ini jaman akhir
Semua sudah terlanjur mengakar
Rumput liar yang mengepung membelit terlalu kenyal
Setiap tersingkir kembali bertaut
Siapapun pemimpinnya

Revolusi mental
Mungkinkah mengurai
Yang terlanjur kusut masai
Rasa-rasanya aku sangsi
Karena belum teruji
Semua butuh bukti

Related posts:

No response yet for "Puisi: Gagal Promosi Koneksi Duwit dan Demit"

Post a Comment