Puisi: Pekik Kemerdekaan

Puisi 'Pekik Kemerdekaan'

Pekik Kemerdekaan
Oleh: Sutardi MS Dihardjo


Tanggal 17 Agustus tahun 1945
Setelah Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan
Sang Saka Merah Putih pun dikibarkan
Bendera Pusaka berkibar di Jakarta
Bendera Putera berkibar di setiap daerah
Di seluruh penjuru Nusantara


Berkibarlah benderaku
Berkibarlah di angkasa Indonesia merdeka
Berkibarlah di setiap dada
Putra-putri bangsa patriot sejati
Penuhi dada kami dengan kibaran
Api revolusi yang merah menyala-nyala
Berlandaskan semangat perjuangan
Yang putih, tulus dan suci

Bagaikan tembakan molekul atom
Berita proklamasi dan pekik kemerdekaan
Menyebar ke seluruh penjuru Nusantara
Merentet berantai bersahut-sahutan
Kemerdekaan dan kemenangan
Telah tergenggam di tangan
Belenggu penjajahan, rantai penghambat kemajuan
Telah putus, rantas, hancur berserakan
Terenggut kekuatan yang tak terbendung
Semangat kemerdekaan yang menyala-nyala
Untuk merebut, mempertahankan dan mengisi
Kemerdekaan yang telah dikuasai

Jayalah bangsaku
Majulah negeriku dalam barisan genderang
Pembangunan
Jembatan emas telah kita lalui
Mari wujudkan adil dan makmur
Berlandaskan Pancasila dan UUD 1945

Klaten, 1995
Dimuat di Majalah MEDIA P-4 Semarang tahun 1995

Related posts:

No response yet for "Puisi: Pekik Kemerdekaan"

Post a Comment