Puisi: Jemari Terus Meraba Hati

Berjalan ditengah malam yang sunyi mencari sesuatu yang memberikan makna tersendiri untuk jiwa yang kosong ini.

Nyanyian bising binatang-binatang kecil tak terdengar lantang seperti biasanya dimalam yang terasa membingungkan.

Jemari terus meraba hati yang penuh dengan perasaan gunda. Mencoba tenangkan diri dan terus mencari sesuatu yang berbeda.

Kaki ini masih sangat kuat untuk terus berjalan tanpa arah. Mengikuti tutur minda yang tidak jelas apa yang dikehendakinya.

Telinga coba mencari tahu gemuruh yang datang dari jauh sana, angin itu menghancurkan apa yang ada disekitarnya.  

Serentak ingin menghampirinya dan bertanya kepadanya mengapa engkau mengancurkannya. Memilih diam, karena tidak akan ada jawabannya.

Masih ku terus berjalan ditemani hati yang kedinginan. Sudahlah, biarkan semuanya seperti ini adanya, kelak pasti akan hadir didepanmu dengan sendirinya.

Embun terus membasahi tubuh ini. Ingatanku untuk berhenti berjalan dan menikmati malam yang tanpa gemerlap bintang.   

Related posts:

No response yet for "Puisi: Jemari Terus Meraba Hati"

Post a Comment