Berwisata ke Candi Merak Kecamatan Karangnongko Klaten

Berwisata ke Candi Merak Kecamatan Karangnongko Klaten
Oleh: Sutardi MS Dihardjo

Libur panjang hari  Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu mulai tanggal 5 sampai dengan tanggal 8 Mei 2016, sungguh sayang kalau tidak dimanfaatkan untuk berwisata sebagai refresing sebelum kembali bekerja pada hari Senin berikutnya.

Berwisata tidak harus jauh-jauh, kalau ternyata di daerah sendiri masih banyak obyek wisata yang belum dikunjungi. Lebih baik kenali dulu tempat wisata di sekitarmu sebelum melangkah ke luar daerah. Adalah memalukan kalau kita nanti merantau, atau pergi ke luar daerah, lalu berkenalan dengan orang dari daerah lain. Orang yang baru kita kenal tersebut mengetahui kita berasal dari daerah yang menjadi tujuan wisata, atau yang menyimpan potensi wisata. Lalu orang tersebut bertanya mengenai obyek wisata di daerah kita, mengenai obyeknya maupun mengenai rutenya, kita tidak dapat menjawab. Lebih malu lagi kalau sampai justru orang tersebut yang dapat bercerita banyak karena pernah mengunjungi atau setidaknya pernah membaca di massmedia.

Oleh karena itulah sengaja hari Kamis tanggal 5 Mei 2016 tersebut saya mengajak anak laki-laki saya Arief Jaka Wicaksana, seorang mahasiswa Pasca Sarjana Pendidikan Sejarah UNS Surakarta yang tanggal 4 Juni 2016 nanti akan wisuda S-2, untuk mengunjungi Candi Merak di Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Karena sebagai mahasiswa yang mempelajari sejarah ternyata ia belum pernah mengunjungi situs penting di Kabupaten Klaten ini. Siapa tahu kelak ia dapat menjadi dosen atau guru sejarah di daerah lain, ia dapat mengajak mahasiswa atau siswanya berkunjung ke candi-candi yang ada di Kabupaten Klaten dan sekitarnya, termasuk ke Candi Merak untuk mengadakan penelitian atau sekedar studi tour. Adalah sangat lucu dan memalukan kalau ia sampai tidak dapat memberikan gambaran awal keadaan candi dan menunjukkan lokasi dan rute perjalanan yang harus ditempuh.

Bersama temannya, seorang sarjana Bahasa Jawa yang sekarang sudah bekerja sebagai editor di Penerbit Intan Pariwara Klaten, kami bertiga berangkat dari rumah kami yang berada di pusat kota Klaten. Ketika berangkat Azan Dhuhur baru saja terdengar dari masjid. Namun kami merencanakan akan sholat Dhuhur nanti saja di sana di masjid dekat Candi Merak. Waktunya masih memungkinkan karena perjalanan dari tempat tinggal kami di Klaten Selatan sampai ke Candi Merak yang letaknya tidak jauh dari Kantor Kecamatan Karangnongko tidak sampai memakan waktu setengah jam.

Rute Perjalanan

Tidak sulit perjalanan untuk menuju ke lokasi  Candi Merak. Dan jalannya pun sudah aspal halus. Dari pusat Kota Klaten perjalanan dapat ditempuh melalui sebelah timur Pemda Klaten belok kanan (ke utara) melalui Jalan Merapi. Setelah Pasar Gayamprit belok  kiri ke arah Desa Basin. Sebelum sampai Desa Basin, setelah pabrik tembakau Kebonarum ada pohon beringin belok kanan (ke utara). Turuti jalan itu terus nanti akan sampai di depan Kantor Kecamatan Karangnongko yang ada di timur jalan. Di sebelah utara kantor kecamatan belok kanan (ke timur), kira-kira 100 meter akan sampai di Lapangan Merdeka (yang pernah saya tulis sebagai salah satu seting  Cerita Misteri tulisan saya “Lelembut Pengin Nonton Layar Tancep” Majalah Djaka Lodang No 15- 18 Agustus 2012 / ”Lelembut Ingin Nonton Layar Tancap” Buku KAMIGILAN Angkernya Kedung Blangah – mediakita Jakarta tahun 2013). Lalu belok kiri (ke utara) kira-kira 200 meter sudah sampai ke lokasi Candi Merak di Dukuh Candi, Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten.

Rute ini kalau dari barat, arah Yogyakarta dapat ditempuh melalui pertigaan lampu merah (trafic light) sebelah timur pabrik gula Gondang Winangun belok kiri (ke utara). Setelah sampai pertigaan Desa Basin belok kanan (ke timur) kira-kira 100 meter ketemu pertigaan pohon beringin, lalu belok kiri (ke utara). Selanjutnya perjalanan seperti pada rute dari pusat kota Klaten di atas.

Kompleks Situs Candi Merak

Candi Merak berada di sebelah timur jalan desa. Letaknya lebih rendah dari jalan dan tanah perkampungan di sekitarnya. Tapi tidak sedalam letak Candi Sambisari di Yogyakarta. Luas kompleks Candi Merak sekitar 2000 meter persegi dikelilingi pagar besi dan fondasi batu. Untuk memasukinya kami lewat pintu yang ada di sebelah barat. Pintu pagar satu-satunya yang dibuka saat itu. Namun ternyata setelah kami berada di dalam kompleks candi di sebelah utara juga ada tangga keluar masuk, tetapi pagarnya tidak dibuka. Karena Candi Merak ini menghadap ke timur, maka dari barat yang kita lihat pertama kali adalah bagian belakang candi. Dari atas jalan, sebelum kita turun ke kompleks candi kita bisa melihat pelataran  candi yang tertata rapi dan bersih, dengan tanaman bunga warna warni yang indah. Di luar pagar nampak pepohonan tinggi nan teduh.

Menuruni jalan melewati pintu gerbang kita akan disambut penjaga yang ada di rumah penjagaan. Kita diminta mengisi buku tamu dan memberikan uang sekedarnya ditaruh di buku tamu tersebut. Jadi belum ada karcis masuk. Ketika kami datang ada rombongan pengunjung berjumlah 4 orang baru saja meninggalkan kompleks candi ini.

Mulai menyusuri kompleks candi dari sebelah barat kita harus menaiki tangga yang tidak begitu tinggi, hanya tiga tangga dari batu. Lalu menuruni lagi. Dari sini melihat ke badan candi kita akan melihat relung dinding candi di sebelah barat yang berisi arca Ganesha duduk bersila di atas bunga teratai.

Mengelilingi candi induk Candi Merak yang berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 8,38 m X 8,38 m, tinggi 12 meter, dan penampil candi berukuran panjang 155 Cm dan lebar 160 Cm, kita akan melihat relief-relief hiasan candi yang indah. Pintu masuk ke dalam candi induk ada di sebelah timur. Pipi tangga berukuran panjang 230 Cm dan lebar 252 Cm.

Ketika saya akan masuk bilik utama ada sepasang muda-mudi yang sedang berwisata juga. Mereka berfoto ria di tangga candi. Bahkan Apri, teman anak saya yang ikut dalam perjalanan wisata ini sempat diminta untuk mengambilkan gambar mereka berdua. Muda-mudi tersebut berasal dari Yogyakarta. Setelah menaiki tangga candi, melewati pintu candi kami masuk ke dalam tubuh candi. Di dalam candi terdapat Lingga Yoni yang berada di dalam bilik utama.

Ke luar dari bilik utama, saya mengelilingi untuk melihat keindahan hiasan dan susunan batu dinding luar candi induk. Di sebelah utara saya melihat ada relung yang berisi arca Durga berdiri di atas lembu dalam posisi mendekam. Di sebelah barat terdapat relung yang berisi arca Ganesha duduk bersila di atas bunga teratai. Sedangkan di sebelah selatan terdapat relung namun kosong tidak ada arcanya. Mungkin hilang atau tidak diketemukan pada waktu pemugaran.

Di depan candi induk terdapat 3 reruntuhan candi perwara menghadap ke barat. Di antara reruntuhan itu terlihat ada arca nandi atau lembu dalam posisi mendekam, yang sudah terpenggal kepalanya dan arca dewa-dewa lain dalam ukuran kecil. Memang ketiga candi perwara ini belum sempat dipugar. Kalau sudah berdiri selesai dipugar tentu menambah lengkap dan indahnya kompleks Candi Merak ini.

Sejarah Candi Merak

Candi Merak adalah peninggalan candi agama Hindu. Ini dapat dibuktikan dengan adanya Lingga Yoni dan dewa-dewa dalam kepercayaan agama Hindu, seperti Durga dan Ganesha. Candi Merak dibangun pada zaman Kerajaan Mataram Kuno, sekitar abad 9 – 10 Masehi. Se zaman dengan pembangunan Candi Sewu, Prambanan, Plaosan, bahkan Candi Bima di kompleks percandian dataran tinggi Dieng.

Pertama kali Candi Merak ditemukan pada tahun 1925. Saat itu di situ ada sebatang pohon raksasa, yaitu pohon Joho. Di atas pohon tersebut banyak burung merak bertengger, tidur dan menjadikannya sebagai tempat tinggalnya. Suatu hari, mungkin karena sudah amat tuanya, pohon Joho tersebut roboh. Dari balik akar-akar pohon Joho yang amat besar tersebut kemudian terlihat batu-batuan berserakan, yang ternyata adalah reruntuhan batu candi dan arca-arca dewa dalam agama Hindu. Karena tempat diketemukannya reruntuhan candi tersebut sebelumnya dijadikan tempat tinggal burung merak maka candi yang diketemukan tersebut diberi nama Candi Merak.

Ketika saya mengunjungi Candi Merak untuk pertama kalinya tahun 2009, keadaan candi masih berupa reruntuhan candi. Meskipun pada tahun 1972 Dinas Purbakala sudah mengadakan rekonstruksi berupa penggalian atau ekskavasi dan pengelompokan batu-batu candi pada tempatnya, tetapi candi belum dipugar berdiri utuh.  Namun kini keadaan Candi Merak sudah terlihat berdiri kokoh, tertata rapi dan indah pasca pemugaran oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah. Pemugaran yang dibiayai dari dana APBD Provinsi Jawa Tengah  itu dimulai dari bagian kaki candi, selesai tahun 2007. Kemudian bagian tubuh candi selesai dipugar tahun 2010. Sedangkan bagian atap candi selesai dipugar tahun 2011. Entah kapan dimulai dan selesainya pemugaran candi perwara yang ada di depan candi induk Candi Merak. Kita tunggu kelanjutannya. Pada waktu kami berkunjung tidak aktivitas pemugaran candi perwara.

Candi Merak Destinasi Wisata Kebanggaan Warga Kecamatan Karangnongko

Candi Merak sebagai destinasi wisata diharapkan menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi masyarakat. Bagi warga Kecamatan Karangnongko Candi Merak adalah kebanggaan dan identitas wilayah yang akan mengangkat nama wilayahnya menjadi terkenal dan harum sampai ke daerah-daerah lain. Hal ini terbukti pada setiap ada kesempatan karnaval pembangunan atau kirab budaya di tingkat kabupaten, warga masyarakat Kecamatan Karangnongko yang didukung oleh pemerintah kecamatan, selalu menampilkan Candi Merak sebagai tema yang diusung. Semoga usaha Pak Camat dan seluruh warga Kecamatan Karangnongko, khususnya warga Desa karangnongko berhasil, dan dapat membawa kesejahteraan bagi warganya. Untuk itu perlu ditumbuhkan dan dikembangkan kerajinan rakyat yang khas dan kuliner yang khas untuk dipajang dan dijual sebagai souvenir di sekitar kompleks Candi Merak. ***

Galeri Foto Candi Merak Kecamatan Karangnongko Klaten











Penulis: Sutardi MS Dihardjo (PNS Kecamatan Klaten Tengah)
Alamat: Bendogantungan II, Desa Sum-berejo, Kecamatan Klaten Selatan
Email: sutardimsdiharjo@yahoo.com

Related posts:

No response yet for "Berwisata ke Candi Merak Kecamatan Karangnongko Klaten"

Post a Comment