Ahok Jadi Tersangka, Pantaskah ia Mendapatkannya?

Ahok Jadi Tersangka
Pada Selasa, 15 Nopember 2016, gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akhirnya menghasilkan sebuah putusan. Pada gelar perkara tersebut, Ahok dinilai bersalah dan kini ia menyandang status baru sebagai tersangka.

Namun demikian, pantaskah gubernur vokal tersebut menyandang status tersangka?

Gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok menghadirkan puluhan saksi baik dari pihak pelapor maupun terlapor. Polisi menemukan adanya unsur pidana yang dilakukan Ahok selama berpidato di kepulauan Seribu sehingga mantan kader partai Gerindra itu dinaikkan statusnya dari saksi menjadi tersangka.

Seperti diketahui, Ahok dianggap melakukan penistaan agama Islam lantaran pidatonya yang menyebut ayat Al-Maidah sebagai alat bagi kelompok-kelompok tertentu untuk mempengaruhi masyarakat agar tidak memilihnya dalam pilgub DKI. Namun, dalam hal ini materi yang ada dalam video tidak sama dengan transkrip yang dibuat Buni Yani.

Dalam video itu Ahok menyebut "Dibohongi Pakai Surat Al Maidah Ayat 51", sementara bunyi transkrip Buni Yani adalah "Dibohongi Surat Al Maidah Ayat 51". Jika di telaah, dengan menghilangkan kata "Pakai" pada petikan video tersebut tentunya sudah memiliki arti yang berbeda.

Terlepas dari putusan gelar perkara yang berlangsung di mabes Polri kemarin (Selasa, 15 Nopember 2016), kini Ahok sudah menyandang status sebagai tersangka dan pria yang sering berkaca mata ini harus mengikuti proses hukum.

Related posts:

No response yet for "Ahok Jadi Tersangka, Pantaskah ia Mendapatkannya?"

Post a Comment